Kementerian Pariwisata dan Danantara kolaborasi mengembangkan pariwisata
Rabu, 12 Agustus 2026 19:27 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani berfoto bersama pada acara penandatanganan nota kesepahaman tentang pengembangan pariwisata di Kantor Danantara, Jakarta, Rabu (12/8/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperkuat kolaborasi dalam upaya pengembangan pariwisata nasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Danantara tentang pengembangan pariwisata Indonesia di Kantor Danantara, Jakarta, Rabu.
"Penandatanganan nota kesepahaman ini mencerminkan semangat kolaborasi serta kesamaan visi yang kuat dalam mendorong pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan," kata Menteri Pariwisata dalam keterangan pers kementerian.
Ruang lingkup nota kesepahaman Danantara dengan Kementerian Pariwisata mencakup pertukaran data dan informasi tentang pengembangan pariwisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, serta pengembangan destinasi dan/atau sarana dan prasarana pariwisata.
Kerja sama antara Danantara dan Kementerian Pariwisata juga meliputi pengembangan produk pariwisata minat khusus, peningkatan industri dan investasi pariwisata, pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri, serta penyelenggaraan kegiatan pariwisata.
Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa sektor pariwisata mampu menggerakkan investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah ekonomi hingga ke daerah.
Sektor pariwisata nasional selama 2025 tercatat menghasilkan devisa 18,27 miliar dolar AS atau sekira Rp305,4 triliun dan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja bagi 25,91 juta orang.
Pemerintah sepanjang Januari hingga Juni 2026 juga mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sampai 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Capaian ini menunjukkan resiliensi sektor pariwisata Indonesia yang tetap mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik," kata Menteri Pariwisata.
Ia menyampaikan bahwa peningkatan kerja sama Kementerian Pariwisata dengan Danantara akan membantu mempercepat kemajuan pariwisata Indonesia.
Dengan kapasitas pendanaan dan investasinya, ia melanjutkan, Danantara memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan destinasi, infrastruktur, serta ekosistem investasi pariwisata.
"Kami berharap semangat kolaborasi ini dapat terus terjaga agar setiap peluang kerja sama dapat dikembangkan secara produktif, berkelanjutan, dan akuntabel," katanya.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor usaha yang dapat dikembangkan secara cepat dan menimbulkan efek berganda besar terhadap berbagai industri.
Rosan menyebut kolaborasi Danantara dengan Kementerian Pariwisata sebagai langkah strategis untuk meningkatkan sektor usaha pariwisata.
Menurut Rosan, kolaborasi tersebut dapat mencakup pengembangan hotel-hotel di bawah naungan InJourney untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan mendorong mereka tinggal lebih lama di destinasi wisata.
Danantara dengan Kementerian Pariwisata, ia melanjutkan, juga bisa berkolaborasi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik kedatangan wisatawan dan meningkatkan perputaran ekonomi di sektor pariwisata.
"Sehingga tidak hanya kuantitas, tetapi yang juga penting adalah wisatawan dapat stay lebih lama dan spending lebih besar, sehingga memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian, tidak hanya di daerah tetapi juga secara nasional," katanya.
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026