Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan memasarkan lada putih "Muntok White Pepper" Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke 1.200 resto di 63 negara, guna memperluas ekspor komoditas unggulan daerah ini.
"Saat ini kita sudah bekerja sama dengan 1.200 resto di 63 negara dan saat ini mereka kekurangan bumbu dan rempah-rempah," kata Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman di Pangkalpinang, Babel, Minggu.
Ia mengatakan lada putih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dikenal di pasar dunia "Muntok White Pepper" telah memiliki sertifikat resmi Indikasi Geografis (IG) berpeluang besar untuk dipasarkan di 1.200 resto di 63 negara ini.
"Kebutuhan bumbu masak berupa rempah-rempah seperti lada putih ini sangat besar sekali, namun belum ada yang mengakreditasi itu. Oleh karena itu, kami dari Kementerian UMKM selain memiliki program strategis holding UMKM juga mempunyai SAPA UMKM," katanya.
Ia menyatakan saat ini Kementerian UMKM telah memasukkan ke dalam holding 1.300 petani lada putih di holding UMKM klaster perkebunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan diharapkan pelaku UMKM ini untuk segera untuk mendaftarkan produk lada putih di aplikasi SAPA ini.
SAPA ini merupakan sistem aplikasi pelayanan UMKM berbasis digital yang menyediakan layanan terpadu satu pintu bagi pelaku usaha mikro kecil menengah dalam mengakses verifikasi data, perizinan, pembiayaan, pembukuan digital, pelatihan hingga pemasaran produk di pasar global.
"Kita berharap pelaku UMKM segera mendaftar di aplikasi SAPA ini, agar mendapatkan akses pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) hingga pemasaran produk di pasar global," katanya.
Plt Deputi Karantina Tumbuhan Barantin Dian S.R. Kusumastuti mengatakan ekspor lada putih Bangka Belitung padaa tahun ini menunjukan tren positif, karena permintaan pasar dunia yang meningkat.
Ia mengatakan data Barantin menunjukkan ekspor lada Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton melalui 184 kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp180 miliar. Komoditas tersebut antara lain dikirim ke Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Tren positif berlanjut pada 2026. Hingga Juni tahun ini, ekspor lada telah mencapai 919,5 ton senilai sekitar Rp148,9 miliar. Volume tersebut meningkat 25,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 731,2 ton.
“Ini menunjukkan bahwa lada Bangka memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan masuk ke pasar internasional. Tugas kita bersama adalah memastikan kualitas, standar, dan ketertelusurannya terpenuhi sehingga kepercayaan pasar terhadap lada Bangka semakin kuat,” ujarnya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.