Putri Dinda Permata Sari
| 31 Agustus 2026, 19:02 WIB

Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, usai rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf, Wakil Menteri Pertahanan, serta jajaran Kemenhan. - Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari
AKURAT.CO Komisi I DPR menyetujui anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk 2027 mencapai Rp189 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp50 triliun dari pagu indikatif sebesar Rp139 triliun.
Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, mengapresiasi respons cepat TNI dalam membantu penanganan berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan hingga bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kita juga mengapresiasi teman-teman TNI bergerak cepat mulai dari kebakaran hutan sampai yang semua kita ikut berduka yaitu bencana alam di NTT. Kita semua sudah bergotong royong," kata Utut dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Korban Bencana Nepal dan China 797 Orang, Banyak Korban Diduga Terjebak di Terowongan Pembangkit Listrik
Meski demikian, dia menilai masih terdapat pekerjaan besar yang harus menjadi perhatian pemerintah, yakni proses rehabilitasi pascabencana.
Sementara itu, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memastikan tambahan anggaran yang diberikan kepada Kemenhan dan TNI akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menjalankan tugas pertahanan negara.
"Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi I, anggaran yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan TNI ini akan kita gunakan semaksimal mungkin," kata Sjafrie.
Kemenhan dan TNI menghadapi berbagai tugas yang dinamis. Karena itu, dukungan anggaran diperlukan untuk memastikan seluruh tugas dapat dijalankan.
Baca Juga: Prabowo Bahas Penyesuaian Rekrutmen Prajurit TNI untuk Suku Dayak hingga Penanganan Bencana
"Kita tahu bahwa tugas-tugas dinamis yang kita hadapi cukup banyak. Tapi kita juga siap untuk menjalankan tugas ini," ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan anggaran pertahanan juga dipengaruhi oleh perkembangan situasi nasional, termasuk kondisi bencana yang tengah dihadapi Indonesia.
"Dan tentunya, kami mempunyai keyakinan bahwa negara akan memenuhi kebutuhan anggaran dalam rangka menjalankan tugas-tugas sistem pertahanan negara yang juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi nasional, seperti bencana yang sedang kita alami bersama," kata Sjafrie.