Kepolisian kembali siaga amankan "Rumah Banjar" dari pengunjukrasa - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) kembali siaga mengamankan "Rumah Banjar" atau Gedung DPRD provinsi setempat dari pengunjukrasa, Kamis. 

Aparat kepolisian sudah siap siaga di Rumah Banjar pukul 09.00 Wita, walaupun rencana aksi pukul 14.00 Wita guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama. 

Aksi unjukrasa mereka yang mengatasnamakan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel dengan delapan tuntutan antara lain terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kelistrikan dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca juga: Polisi kembali amankan "Rumah Banjar" dari pengunjukrasa

Ketika dikonfirmasi Sekretaris DPRD (Sekwan) Kalsel HM Jaini mengapresiasi kesiapsiagaan kepolisian serta aparat keamanan lainnya. 

Ia berharap, aksi unjukrasa kali ini berjalan tertib, tidak anarkis sebagaimana beberapa kali unjukrasa beberapa waktu lalu. 

"Insya Allah Ketua DPRD Kalsel H Supian HK menerima pengunjukrasa, kendati dalam keadaan letih, karena banyak agenda yang beliau hadiri belakangan ini seperti dalam rangkai HUT ke-81 RI dan peringatan ke-76 Hari Jadi Provinsi Kalsel," ujar Jaini.

Baca juga: Polisi kembali siaga amankan "Rumah Banjar" dari aksi demo

Sebagaimana surat pengunjukrasa, mereka akan menyampaikan delapan tuntutan antara lain meminta Gubernur/Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel lebih intens lagi menangani karhutla. 

Selain itu, meminta General Manager PT PLN (Persero) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir. 

Begitu juga agar Pertamina betul-betul menangani masalah BBM di Kalsel terutama yang bersubsidi sudah cukup lama mengantre pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.