Ketua PP Muhammadiyah dorong MPI susun peta jalan transformasi digital berbasis AI

"Saya berharap dalam raker MPI ini membahas dan menyusun peta jalan transformasi digital Muhammadiyah,"

Purwokerto (ANTARA) - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., mendorong Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah menyusun peta jalan transformasi digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan etika.

"Saya berharap dalam raker MPI ini membahas dan menyusun peta jalan transformasi digital Muhammadiyah," kata Dadang Kahmad saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jumat.

Menurut dia, peta jalan tersebut perlu mencakup penguatan literasi digital warga Muhammadiyah, pengembangan arsip digital dan perpustakaan Muhammadiyah, penguatan media Muhammadiyah sebagai rujukan publik, pengembangan konten dakwah yang kreatif, ilmiah, dan mudah diakses generasi muda, serta penyusunan pedoman etika pemanfaatan AI di lingkungan Persyarikatan.

Dadang mengatakan perkembangan AI akan mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga berdakwah, sehingga Muhammadiyah tidak boleh memandang teknologi tersebut sebagai ancaman semata maupun menerimanya tanpa sikap kritis.

Ia menegaskan Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam pemanfaatan AI yang berpijak pada nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan, dan etika kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Dadang juga menekankan bahwa Majelis Pustaka dan Informasi merupakan salah satu pilar penting dakwah Muhammadiyah di era digital. Menurut dia, dakwah saat ini tidak lagi cukup dilakukan melalui mimbar, tetapi juga harus hadir melalui buku, jurnal, media massa, televisi, radio, media sosial, podcast, video digital, hingga platform berbasis AI.

"Siapa yang menguasai ruang informasi, ia memiliki peluang besar untuk membentuk cara berpikir masyarakat," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi pada era digital turut diiringi maraknya disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial. Karena itu, Muhammadiyah harus menjadi sumber informasi yang terpercaya, mencerahkan, menenangkan, dan mempersatukan masyarakat.

Dadang juga mengingatkan pentingnya prinsip tabayun atau verifikasi informasi sebagaimana diajarkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 6. Menurut dia, prinsip tersebut menjadi fondasi etika komunikasi Islam sekaligus dasar jurnalisme modern.

Selain transformasi digital, Dadang mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan Muhammadiyah. Ia mengatakan perpustakaan Muhammadiyah harus berkembang menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, penelitian, dan solusi bagi persoalan umat dan bangsa.

Ia juga meminta media Muhammadiyah tidak sekadar memberitakan peristiwa, tetapi menghadirkan perspektif yang mencerdaskan melalui praktik jurnalisme yang menjunjung objektivitas, keberimbangan, akurasi, dan akhlak.

Pada akhir sambutannya, Dadang berharap Rakernas MPI PP Muhammadiyah tidak hanya menghasilkan program administratif, tetapi juga agenda strategis untuk memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu dan gerakan peradaban melalui pengembangan literasi, dokumentasi sejarah Persyarikatan, penguatan media digital, penerbitan ilmiah, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan informasi.

Dengan mengucapkan basmalah, Dadang secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Tahun 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
 

Baca juga: FKIP UMMAT bekali ratusan mahasiswa sebelum terjun ke sekolah mitra
Baca juga: Mahasiswa internasional UMMAT raih medali perunggu lomba esai ISF 2026
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan NTB berikan perlindungan bagi 985 mahasiswa KKN UMMAT

Pewarta : Pewarta Antara
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026