Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengundang anak-anak yang menghormat Bendera Merah Putih dari luar pagar Gedung Negara Grahadi untuk merayakan kemerdekaan bersama dalam perayaan Anak Hebat Indonesia Kuat bersama keluarga.
Undangan itu diberikan setelah Khofifah melihat foto dan video anak-anak yang tetap antusias mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari luar Grahadi, Senin (17/8). Saat Bendera Merah Putih dikibarkan, mereka berdiri tegak dan memberikan penghormatan.
"Melihat anak-anak ini memberikan hormat ketika Bendera Merah Putih dikibarkan, hati saya tersentuh. Ini adalah contoh sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ada cinta tanah air yang tumbuh dari generasi penerus kita," ujar Khofifah di Surabaya, Rabu.
Khofifah mengatakan keterbatasan kapasitas membuat tidak semua masyarakat dapat mengikuti upacara dari dalam Grahadi. Namun, semangat kemerdekaan tetap tumbuh dan ditunjukkan anak-anak melalui sikap hormat kepada Merah Putih.
Puluhan anak hadir dalam perayaan bertajuk "Anak Hebat Indonesia Kuat" dengan didampingi orang tua atau pendamping. Di antaranya Adeeva Zaida Humairah (7) asal Sidoarjo, Shylo (8), Steward (9), Swaggart (6), dan Eza (8) asal Surabaya.
Selain itu, hadir 27 anak yatim, empat anak dari UPT PSAB, pasien anak dari Omah Terapi, serta 20 anak Sobat Dili Mengaji.
Khofifah menilai pertemuan tersebut menjadi ruang inklusif untuk menanamkan nasionalisme melalui pengalaman yang menyenangkan. Anak-anak diajak menikmati atraksi sulap, dongeng, bernyanyi bersama, serta lingkungan Grahadi.
"Mereka telah memberikan contoh yang sangat baik. Semoga semangat mereka menjadi inspirasi bagi anak-anak Jawa Timur lainnya. Saya juga menyiapkan kaos untuk anak-anak merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan semangat 45,” kata Gubernur Khofifah.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi kenangan indah sekaligus memperkuat rasa cinta anak-anak kepada Merah Putih dan Indonesia.
Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.