Kiai Asep dorong Pacet jadi miniatur Indonesia maju, adil, makmur - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim mendorong Kecamatan Pacet menjadi miniatur Indonesia yang maju, adil, dan makmur melalui program terpadu dalam satu tahun.

“Sebagai langkah nyata, wilayah Pacet hendak kita jadikan percontohan nasional dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur,” kata Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) itu di Surabaya, Rabu.

Ia mengatakan, gagasan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut dia, perjuangan para pahlawan harus dilanjutkan dengan mewujudkan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Lebih dari sekadar mendoakan para pahlawan, kita harus berupaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan mereka, yaitu terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” ujarnya.

Dia menuturkan, Ponpes Amanatul Ummah berupaya melahirkan empat pilar sumber daya manusia untuk mendukung terwujudnya cita-cita tersebut.

Keempat pilar itu meliputi ulama dan ilmuwan besar yang menjadi penerang masyarakat sekaligus referensi bagi birokrat, pemimpin yang berorientasi kepada kepentingan rakyat, pengusaha atau konglomerat yang dermawan, serta profesional berkualitas dan bertanggung jawab.

Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki ilmu, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan integritas.

Dalam konteks Pacet, Ketum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menargetkan perubahan nyata dapat dirasakan masyarakat dalam waktu satu tahun. Salah satunya dengan memastikan seluruh rumah warga memenuhi standar kelayakan melalui program bedah rumah.

Di bidang kesehatan, seluruh warga yang sakit ditargetkan dapat mengakses layanan rumah sakit. Khusus masyarakat miskin, kepala desa diminta membantu pengurusan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah.

“Seluruh rakyat yang sakit harus bisa berobat ke rumah sakit. Bagi warga miskin, kepala desa wajib mengurus BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah,” katanya.

Sementara bidang pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Amanatul Ummah menyediakan sekolah gratis Hikmatul Amanah yang dikelola dengan menerapkan sistem pendidikan Amanatul Ummah.

Sekolah tersebut diharapkan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Pacet hingga jenjang perguruan tinggi.

“Seluruh masyarakat Pacet harus bisa bersekolah di sekolah yang menjanjikan dan mampu mengantarkan mereka hingga perguruan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat akan dipantau agar tidak ada warga yang kelaparan. Masyarakat juga diupayakan memiliki pekerjaan dan penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

KH Asep berharap keberhasilan program tersebut tidak berhenti di Pacet. Jika target tercapai, model pembangunan itu diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.

“Kalau program ini berhasil di Pacet, dampaknya akan merambat ke seluruh Kabupaten Mojokerto, hingga akhirnya membawa Jawa Timur menjadi provinsi yang maju, adil, dan makmur,” katanya.

KH Asep juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan kemerdekaan. Ia mencontohkan Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang menjadi salah satu simbol keberanian rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Menurut dia, semangat perjuangan tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian dan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menjadikan Pacet sebagai miniatur Indonesia, KH Asep berharap pembangunan di tingkat kecamatan dapat menjadi contoh bahwa cita-cita Indonesia maju, adil, dan makmur dapat diwujudkan melalui langkah konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.