Aimas (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menyebut keberadaan kios pangan berperan membantu menstabilkan harga beras di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok melalui penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Iriana Yuni Astuti di Aimas, Selasa, mengatakan kios pangan merupakan kios milik masyarakat yang ditetapkan sebagai mitra pemerintah untuk menjual produk pangan bersubsidi, terutama beras SPHP yang dipasok oleh Perum Bulog.
"Kenapa disebut kios pangan, karena di dalam kios itu dijual produk yang disubsidi pemerintah, salah satunya beras SPHP yang harganya lebih rendah dibandingkan harga beras di pasaran," katanya.
Ia menjelaskan, setiap pedagang yang ingin menjadi kios pangan harus memperoleh surat rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan agar dapat membeli dan menjual beras SPHP yang disalurkan Bulog.
Menurut dia, hingga saat ini jumlah kios pangan di Kabupaten Sorong telah mencapai 58 unit dan terus bertambah seiring meningkatnya minat para pedagang untuk bergabung dalam program tersebut.
"Setiap beberapa waktu selalu ada pengusaha atau pedagang yang datang mendaftarkan kiosnya menjadi kios pangan," ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan kios pangan merupakan bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi lonjakan harga beras yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami kenaikan.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh beras SPHP dengan harga sekitar Rp13.500 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga beras medium maupun premium di pasaran yang berkisar antara Rp15.600 hingga Rp16.000 beras per kilogram.
Selain memastikan ketersediaan beras SPHP, Dinas Ketahanan Pangan juga mulai melakukan pemantauan rutin terhadap seluruh kios pangan sejak tahun 2026.
"Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, serta bahan pangan pendamping lainnya, sekaligus memeriksa masa kedaluwarsa produk yang dijual," ujarnya.
Iriana mengatakan puluhan kios pangan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Aimas, Mariat, Makbon hingga Segun, meski belum menjangkau seluruh distrik yang berada di daerah terpencil.
Ia menambahkan jumlah beras SPHP yang diserap masing-masing kios tidak sama karena bergantung pada kapasitas penyimpanan dan kemampuan modal setiap pedagang saat melakukan pembelian kepada Bulog.
Menurut dia, kehadiran kios pangan memberikan dampak positif bagi masyarakat karena membantu memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau sehingga mendukung stabilitas harga pangan di Kabupaten Sorong.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.