Jumat, 17 Juli 2026 - 09:08 WIB
Jakarta, VIVA – Sederet gebrakan dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam mewujudkan posisi Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global. Salah satunya, dengan melakukan pembinaan terhadap Pondok Pesantren (Ponpes).
Baca Juga
Pondok Pesantren Thohir Yasin di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu ponpes yang mendapatkan pembinaan langsung dari BI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir menceritakan perjalanan panjang pondok pesantren yang dipimpinnya sejak awal dekade 90-an hingga kini memiliki berbagai lini usaha di bidang pertanian, peternakan dan perdagangan.
Baca Juga
Pimpinan Ponpes Thohir Yasin, Tuan Guru Haji (TGH) Ismail Thohir
Photo :
- Yeni Lestari/VIVA
Dia menyebut, ponpes ini terus bergerak mengembangkan ekonomi guna mencapai kemandirian penuh. Sehingga, operasional pesantren tidak lagi bergantung pada pihak luar.
Baca Juga
"Jadinya kita bercita-cita, berinisiatif, ingin untuk menjadikan Pondok Thohir Yasin menjadi pondok yang mandiri. Artinya pondok mandiri, siap untuktidak selalu mengharapkan dari luar. Kita ingin supaya dari hasil kita sendiri untuk gaji gurunya, untuk pembangunannya, dan untuk semua, itu harapan kita," lanjut Datuk Ismail Thohir.
Langkah Ponpes Thohir Yasin menuju kemandirian ekonomi semakin progresif sejak mendapat pendampingan dan dukungan sarana prasarana dari Bank Indonesia pada tahun 2021.
Green house milik Pondok Pesantren (Ponpes) Thohir Yasin
Photo :
- Yeni Lestari/VIVA
"Dukungannya termasuk ada bantuan green house, rumah potong unggas. Ada kandang ayam juga, itu rice milling. Rice mill itu dari Bank Indonesia," ucap dia.
"Alhamdulillah, jadinya dengan adanya dukungan-dukungan dari Bank Indonesia, kita semakin, semakin apa? Semakin semangat. Semakin semangat dan meningkat dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia. Alhamdulillah. Terima kasih kepada Bank Indonesia atas dukungannya," sambungnya.
Tidak hanya berupa mesin dan bangunan, Bank Indonesia juga memberikan pelatihan sumber daya manusia. Sekitar 300 santri tingkat Madrasah Aliyah dan perguruan tinggi (Ma'had Aly) dilibatkan.
Rumah pemotongan hewan (RPH) unggas milik Ponpes Thohir Yasin
Photo :
- Yeni Lestari/VIVA
"Ya, ada. Termasuk pelatihan wirausaha. Kewirausahaan, dan yang kedua juga pemotongan hewan, itu. Itu dari Bank Indonesia," tambah Datuk.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Datuk Ismail Thohir menjelaskan, dukungan sarana dari BI terbukti menghasilkan perputaran ekonomi yang luar biasa.
Di sisi lain, Direktur Badan Usaha Milik Pesantren (Bumpes) Thohir Yasin, Syahrullah, mengungkapkan bahwa operasional pondok saat ini sudah berhasil di-cover sebesar 70 persen dari hasil ekonomi pesantren.
Halaman Selanjutnya
Bahkan, omzet rice milling atau penggilingan padi mencapai Rp100 juta per bulan, sementara Rumah Potong Unggas (RPU) sukses meraup omzet hingga Rp500 juta per bulan.