Kodam VI/Mulawarman gelar Shalat Istisqa meminta hujan untuk atasi kemarau - ANTARA News Kalimantan Timur

Balikpapan (ANTARA) - Kodam VI/Mulawarman menggelar salat istisqa dan doa bersama di Lapangan Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, untuk memohon turunnya hujan sebagai upaya spiritual menghadapi kemarau panjang serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Balikpapan, Sabtu, mengatakan fenomena El Nino berpotensi memperpanjang periode kering dan meningkatkan suhu lingkungan, sehingga berdampak pada sulitnya air bersih serta munculnya titik api di sejumlah wilayah.

"Kekeringan berakibat pada sulitnya air bersih sampai dengan kebakaran hutan dan lahan. Perubahan membutuhkan usaha, maka doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan agar Allah mewujudkan apa yang kita inginkan bersama," ujar Pangdam.

Kegiatan tersebut melibatkan 850 personel gabungan yang terdiri atas prajurit TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, tokoh agama, serta masyarakat setempat sebagai bentuk solidaritas lintas unsur.

Mayjen TNI Krido menegaskan ikhtiar spiritual ini harus berjalan beriringan dengan langkah nyata menjaga lingkungan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan titik api sekecil apa pun kepada petugas.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah sembarangan guna mengantisipasi kebakaran di area pemukiman, perkantoran, tempat ibadah, hingga pusat perbelanjaan akibat kelalaian manusia maupun gangguan kelistrikan.

Pelaksanaan shalat minta hujan yang bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini dipimpin oleh Ustadz Khoirul Fatoni sebagai imam, sedangkan khotbah disampaikan oleh Ustadz Irfanuddin Hashim.

Dalam khotbahnya, Irfanuddin mengingatkan pentingnya introspeksi diri, kesabaran, dan tawakal dalam menghadapi kemarau panjang, seraya berkaca pada kisah masyarakat Madinah pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.

Pangdam VI/Mulawarman turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi kebencanaan, dan relawan yang terus bersiaga dalam pencegahan serta penanganan karhutla di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.