Banjarbaru (ANTARA) - Kodim 1006/Banjar merampungkan pembangunan 59 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari 64 lokasi yang lahannya telah tersedia di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya di Kota Banjarbaru, Jumat mengatakan pembangunan KDMP merupakan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat dan berbagai pihak mempercepat penyediaan fasilitas koperasi.
"Secara keseluruhan seharusnya ada 310 titik gerai KDMP yang dibangun di Banjar dan Banjarbaru. Namun, lahan yang tersedia baru 64 titik dan dari jumlah itu sudah 59 gerai koperasi yang rampung dibangun," ujar Bambang dalam keterangannya.
Ia mengatakan pembangunan gerai dilakukan bertahap menyesuaikan kesiapan lahan maupun kondisi masing-masing wilayah dan Kodim 1006/Banjar mendapat porsi pembangunan gerai KDMP sekitar 210 titik pada tahun ini.
Disebutkan, selain bangunan, sarana pendukung seperti kendaraan operasional, motor roda tiga, pendingin ruangan dan perangkat kasir mulai didistribusikan secara bertahap dan perlengkapan untuk 11 titik mulai datang.
"Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Kita terus kejar agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai dengan mengupayakan pola pembangunan yang efektif dan efisien," ungkapnya.
Bambang memastikan, dengan mulai terpenuhinya sarana pendukung itu, tahapan berikutnya diarahkan pada persiapan operasional dan gerai koperasi mulai beroperasi setelah kelengkapan fasilitas dan sistem pengelolaannya siap.
Pengelola atau manajer koperasi juga disiapkan untuk memastikan kegiatan operasional berjalan dengan baik mengingat pengelola perlu memahami sistem administrasi, inventarisasi barang hingga transaksi sebelum koperasi diserahkan secara bertahap kepada desa.
"Pengoperasian gerai dilakukan setelah semua fasilitas dan sistem pengelolaan siap, termasuk manajer koperasi yang mampu memahami administrasi, inventarisasi dan transaksi. Jika sistemnya sudah berjalan, manajemennya siap dan target pemerintah sudah dijalankan, baru diserahkan bertahap," ucapnya.
Bambang menegaskan, koperasi tidak diarahkan menggantikan keberadaan warung atau pelaku usaha yang sudah berjalan di masyarakat. Sebaliknya, seluruh pelaku ekonomi diharapkan dapat tumbuh bersama sehingga masyarakat memperoleh lebih banyak pilihan memenuhi kebutuhannya.
Salah satu manfaat yang diharapkan adalah semakin pendeknya rantai pasok, sehingga distribusi kebutuhan masyarakat dapat berlangsung lebih efektif dan harga terkendali seperti gas elpiji, beras, gula, dan minyak goreng melalui koperasi sehingga harga bisa lebih terkontrol.
"Harapan kita semua, keberadaan KDMP memperpendek rantai pasok dan membantu mengendalikan harga kebutuhan pokok masyarakat, seperti gas elpiji, beras, gula dan minyak. Artinya program ini bukan sekedar jargon tetapi betul-betul menyentuh masyarakat bawah," kata Bambang.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.