Kodim Manokwari bantu padamkan kebakaran di TPA - ANTARA News Papua Tengah

Manokwari (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 1801/Manokwari, Papua Barat mengerahkan satu mobil pemadam kebakaran (damkar) bantuan dari Kementerian Pertahanan untuk mengatasi kebakaran sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Komandan Kodim 1801/Manokwari Letnan Kolonel Infanteri Davit Sutrisno di Manokwari, Jumat, mengatakan kebakaran sampah menimbulkan kepulan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas warga sekitar.

“Kami kerahkan damkar untuk mempercepat pemadaman sejumlah titik api. Kebakaran yang menimbulkan asap sangat mengganggu kesehatan,” ujarnya.

Dia menyebut proses pemadaman yang melibatkan personel Damkar Kabupaten Manokwari dilakukan dengan menyemprotkan air ke sejumlah tempat untuk mencegah penyebaran kebakaran sekaligus mengurangi kepulan asap.

Kebakaran tersebut sudah berlangsung selama beberapa minggu terakhir, dan telah dilakukan berbagai upaya oleh pemerintah daerah namun belum membuahkan hasil yang maksimal karena cuaca belakangan ini panas.

“Personel gabungan juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api guna mencegah munculnya kembali kebakaran setelah proses pemadaman,” ujar Davit.

Menurut dia, dukungan kendaraan pemadam dari Kementerian Pertahanan menjadi bagian dari upaya Kodim 1801/Manokwari memperkuat penanganan kebakaran bersama pemerintah daerah setempat dan instansi terkait.

Kodim 1801/Manokwari berkomitmen akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menangani persoalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kebakaran di kawasan TPA.

“TNI hadir dan bergerak bersama masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan serta menjaga keselamatan dan kenyamanan warga,” ujarnya.

Bupati Manokwari Hermus Indou menjelaskan pemerintah kabupaten sedang melakukan survei dua lokasi baru sebagai alternatif TPA karena lokasi saat ini tidak lagi mampu menampung sampah rumah tangga yang terus bertambah.

Lokasi pertama di antara kawasan Satuan Permukiman (SP) 1, Distrik Warmare dengan Kampung Wasai, Distrik Manokwari Selatan. Lokasi kedua berada di antara Jalan Bram Atururi dan Kampung Kali Pami, Distrik Manokwari Utara.

Pelaksanaan survei bertujuan memastikan pemilihan lokasi tidak hanya dari sisi kapasitas lahan dengan penggunaan jangka panjang, tetapi memperhatikan aspek lingkungan, seperti jauh dari sumber mata air, sungai, dan permukiman warga.

“Tim sedang lakukan survei dua lokasi alternatif sebagai upaya mengatasi persoalan persampahan yang mengalami peningkatan harian kurang lebih 150 ton,” ujar dia.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.