Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 40 Orang, Tim SAR Masih Cari Warga yang Tertimbun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Maumere, VIVA – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 18.30 WITA, tercatat 40 orang meninggal dunia.

Baca Juga

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan data tersebut merupakan rekapitulasi sementara yang dihimpun dari petugas di sejumlah wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Menginfokan per 18.30 WITA rekapitulasi korban sementara meninggal dunia 40 orang,” kata Fathur, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Baca Juga

Selain korban meninggal, sebanyak 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka, baik luka berat maupun ringan. Dengan demikian, total korban akibat gempa hingga saat ini mencapai 90 orang.

Jumlah korban tersebut masih berpotensi berubah mengingat proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung di sejumlah titik.

Baca Juga

Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh kekuatan untuk mempercepat pencarian dan pertolongan terhadap warga yang terdampak gempa.

”Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” ujarnya.

Sebanyak 281 personel terlibat dalam operasi SAR gabungan. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, KSOP, BPBD, PMI, pemerintah daerah hingga potensi SAR lainnya.

Operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung hingga Sabtu malam. Tim SAR gabungan memprioritaskan pencarian warga yang kemungkinan masih tertimbun material bangunan sekaligus mengevakuasi masyarakat ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan masih ada laporan mengenai warga yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa.

Menurutnya, jumlah korban yang masih tertimbun diperkirakan kurang dari 10 orang. Tim gabungan kini terus melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan.

”Dilaporkan oleh bapak gubernur NTT itu ada beberapa (yang masih tertimbun bangunan). Tapi, di bawah 10 begitu,” kata Suharyanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suharyanto menegaskan pencarian dan penyelamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan bencana tersebut.

”Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Proses pencarian akan terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya di wilayah yang terdampak gempa.