Tokyo (ANTARA) - Korea Utara pada Kamis menembakkan sedikitnya satu rudal balistik, dan tidak ada proyektil yang diyakini jatuh di dalam zona ekonomi eksklusif Jepang, serta tidak ada laporan kerusakan pada kapal dan pesawatnya, kata Kementerian Pertahanan Jepang.
Menurut kementerian tersebut, rudal itu diluncurkan sekitar pukul 17.02 dan diperkirakan jatuh di lepas pantai timur Korea Utara.
Militer Korea Selatan secara terpisah menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal balistik jarak pendek dari wilayah Wonsan di bagian timur Korea Utara.
Tokyo menyampaikan protes keras kepada Pyongyang terkait uji coba rudal terbaru tersebut, kata kementerian itu.
Mereka menyebut uji coba tersebut sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan, dan komunitas internasional, serta pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
Kantor Berita Yonhap Korea Selatan mengatakan bahwa Korut menembakkan rudal tersebut menjelang latihan militer gabungan rutin "Ulchi Freedom Shield" antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang diperkirakan akan berlangsung bulan ini.
Korut, yang telah meningkatkan kemampuan nuklirnya, bereaksi keras terhadap latihan militer skala besar AS-Korea Selatan tersebut, dan menganggapnya sebagai "persiapan untuk invasi."
Pada akhir Juni, pemimpin negara itu, Kim Jong Un, mengamati uji coba beberapa senjata utama, termasuk sistem peluncur roket ganda dan hulu ledak rudal balistik taktis, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi.
Pada 26 Mei, Korea Utara meluncurkan beberapa proyektil termasuk rudal balistik jarak pendek di lepas pantai baratnya, menurut militer Korea Selatan.
Sumber: Kyodo
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korut tembakkan rudal balistik, tak ada konfirmasi kerusakan di Jepang
Pewarta: Katriana
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.