KSOP Benoa Bali minta operator kapal wisata rutin simulasi penanganan kecelakaan - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Denpasar, Bali, meminta agar operator kapal wisata rutin mengadakan simulasi penanganan kecelakaan sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan awak kapal.

“Jadi kami fokusnya adalah bagaimana operator itu memastikan kelaiklautan kapalnya,” kata Kepala KSOP Benoa Aprianus Hangki di sela sosialisasi keselamatan pelayaran dan pencegahan kecelakaan kapal Pelabuhan Sanur di Denpasar, Bali, Selasa.

Melalui simulasi tersebut, awak kapal dapat lebih cakap dan terampil dalam melakukan penanganan saat keadaan darurat sehingga menekan risiko korban jiwa.

Minimal simulasi dilakukan satu bulan sekali sehingga meningkatkan keterampilan dan kesigapan awak kapal.

Simulasi penanganan kecelakaan tersebut wajib dilakukan awak kapal yang juga sesuai dengan aturan salah satunya peraturan internasional SOLAS 1974 (Safety of Life at Sea).

Pihaknya rutin melakukan pengawasan kepada operator kapal wisata yang beroperasi di wilayah kerjanya termasuk di Pelabuhan Sanur yang menjadi jalur penyeberangan dari Denpasar menuju kawasan wisata Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Di pelabuhan tersebut terdapat sekitar 79 unit armada kapal wisata (boat) yang beroperasi setiap hari untuk angkutan wisata.

Adapun unsur pengawakan termasuk kegiatan simulasi di dalamnya menjadi salah satu bagian dari pengawasan, selain kondisi fisik kapal, dokumen, peralatan keselamatan, hingga sertifikasi.

Dalam satu tahun, pihaknya juga melakukan pemeriksaan ramp check armada kapal wisata sebanyak tiga kali khususnya menjelang momen tertentu seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru, serta musim liburan.

“Sampai saat ini sudah 100 persen operator memenuhi ketentuan karena kami juga tidak kompromi atau nol kecelakaan, dengan keselamatan dan regulasi,” ucapnya.

Apabila operator kapal belum memenuhi kelaiklautan tersebut maka pihaknya tidak akan menerbitkan surat persetujuan berlayar.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.