Kuningan (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memperkuat pendampingan kepada petani untuk mengoptimalkan penanaman tebu pada 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada gula nasional.
“Tahun ini baru ada target, jadi komoditas unggulan, selain kopi, yang menjadi prioritas untuk di perkebunan adalah tebu. Kami perkuat pendampingan untuk petani,” kata Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah saat dihubungi di Kuningan, Selasa.
Ia mengatakan pendampingan tersebut dilakukan sejak tahap penyusunan calon petani calon lokasi (CPCL), persiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.
Menurut dia, pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendorong perluasan areal tanam agar target pengembangan komoditas itu dapat tercapai.
Sebelumnya, Diskatan mencatat Kabupaten Kuningan memperoleh target pengembangan tebu seluas 250 hektare pada 2026.
Namun, kata dia, usulan dari bidang CPCL yang telah dihimpun mencapai 267 hektare atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
Wahyu menyebutkan capaian tersebut mencerminkan tingginya antusias petani serta hasil sinergisitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami terus mendampingi petani agar pengembangan tebu berjalan optimal. Tujuannya agar ekonomi petani semakin baik dan membangkitkan kembali komoditas tebu di Kabupaten Kuningan,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah saat ini menjalankan dua strategi untuk meningkatkan produksi gula, yakni melalui program bongkar ratoon guna meningkatkan produktivitas tanaman tebu serta perluasan areal tanam baru.
Selain pendampingan, kata dia, petani memperoleh dukungan berupa bantuan benih tebu unggul senilai Rp10 juta per hektare dan bantuan pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare.
Pihaknya pun mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat sasaran sehingga realisasinya dapat menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pengembangan areal tanam tebu di Kabupaten Kuningan.
Wahyu mengajak petani memanfaatkan dukungan pemerintah pusat dan pendampingan dari pemerintah daerah, untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman tebu.
“Jadi keberhasilan pengembangan tebu memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak agar target produksi gula nasional dapat tercapai sesuai rencana pada 2026,” ucap dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Kuningan dampingi petani optimalkan penanaman tebu pada 2026
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.