Bengkayang (ANTARA) - Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI mengapresiasi terobosan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mentransformasi pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dan peluncuran Kalbar Corporate University (Corpu).
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengatakan penyelenggaraan PKN Tingkat II untuk pertama kalinya di Kalimantan Barat (Kalbar) sekaligus peluncuran Corpu merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas ASN, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
“LAN mendukung kegiatan yang luar biasa dari Bapak Gubernur untuk menyelenggarakan PKN II untuk pertama kalinya dan juga meluncurkan Corporate University Kalbar atau pembelajaran terintegrasi,” kata Muhammad Taufiq di Pontianak, Rabu.
Menurut Taufiq, pengembangan kompetensi ASN tidak dapat lagi hanya mengandalkan pola pelatihan konvensional yang berlangsung di ruang kelas. Pembelajaran harus terintegrasi dengan pelaksanaan tugas, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.
Ia menilai tema PKN Tingkat II mengenai kepemimpinan adaptif dalam membangun resiliensi tata kelola keuangan daerah juga relevan dengan tantangan pemerintahan saat ini, terutama dalam menghadapi keterbatasan fiskal dan tuntutan efisiensi anggaran.
“Kami mengapresiasi Kalbar atas terobosannya. Hari ini tercatat sebagai reformasi birokrasi terbaik di Kalimantan serta mendapatkan penghargaan creative financing di tengah efisiensi. Ini merupakan upaya yang menginspirasi pemimpin ASN lainnya,” ujarnya.
Taufiq berharap Kalbar Corporate University tidak hanya diterapkan di tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, tetapi juga menjadi model yang dapat diadopsi pemerintah kabupaten/kota untuk membangun budaya belajar ASN secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia menekankan keberhasilan Corporate University sangat bergantung pada keterlibatan pimpinan perangkat daerah dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendorong ASN terus belajar dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pekerjaan.
“Kami harapkan dari Corporate University ini pembelajarannya 90 persen di tempat kerja. Kalau 90 persen di tempat kerja, artinya yang punya tanggung jawab para pimpinan perangkat daerah,” katanya.
Menurut dia, pendekatan tersebut membuat pengembangan kompetensi ASN tidak berhenti pada kegiatan pelatihan maupun perolehan sertifikat, tetapi diarahkan pada perubahan perilaku kerja, peningkatan kinerja, serta lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jika proses tersebut berjalan dengan baik, Corporate University dapat menjadi gerakan bersama untuk mentransformasi birokrasi Kalbar agar semakin inovatif dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, Andi Ony Prihartono mengatakan penerapan Corporate University di Kalimantan Barat diharapkan mampu mengubah paradigma pengembangan kompetensi ASN.
Menurut dia, keberhasilan pembelajaran ASN tidak semestinya hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan atau diterimanya sertifikat, tetapi dari sejauh mana hasil pembelajaran tersebut diterapkan dan memberikan dampak terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Harapan kami dengan dikembangkannya Corporate University ada perubahan metode pembelajaran. Tidak saja hanya mengejar sertifikat setelah pelatihan, dengan metode pembelajaran yang baru ini, dampak dari pembelajaran itu dapat dirasakan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Pewarta: Narwati dan Sucoa Lucinda
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.