Prosesi pelantikan kedua pejabat tinggi madya tersebut berlangsung di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Langkah penyegaran ini menjadi bagian dari penguatan organisasi untuk mendongkrak kualitas pelayanan sekaligus tancap gas membangun ekosistem ekonomi olahraga.
Erick menegaskan, hadirnya Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga membawa misi krusial untuk mengubah pola pikir lama. Sektor olahraga mutlak tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai pos pengeluaran yang membebani APBN.
"Olahraga itu kadang-kadang dianggap cost center (beban biaya). Padahal, kalau kita bicara prestasi, itu adalah national branding. Jika kita bicara sport industry dan sport tourism, itu adalah revenue center atau sumber pemasukan riil bagi negara," tegas Erick Thohir usai pelantikan.
https://akurat.co/bola/872649/ditanya-prabowo-soal-indonesia-belum-masuk-piala-dunia-ini-jawaban-erick-thohir
Suyadi Parwiro yang didapuk sebagai Sesmenpora baru bukanlah orang baru di Senayan. Usai sempat berkarier di Kementerian Luar Negeri, ia lama menempa pengalaman di Kemenpora.
Sementara itu, Teuku Arlan sukses menduduki kursi Deputi setelah menyisihkan ratusan peserta dalam proses seleksi terbuka yang ketat.
Usai diambil sumpah, Sesmenpora Suyadi Parwiro langsung memasang target tinggi. Ia mengakui salah satu pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti dirinya adalah menghapus stigma lambannya birokrasi di tubuh Kemenpora yang selama ini kerap dikeluhkan publik dan induk organisasi cabor.
"Tugas kami adalah memastikan pelayanan internal berjalan prima, sehingga berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat olahraga. Kami tidak bisa menjanjikan semua selesai seketika, tetapi pembenahan tata kelola dan percepatan birokrasi menjadi prioritas yang segera kami eksekusi," ujar Suyadi.
Di sisi lain, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Teuku Arlan Perkasa Lukman, mengaku siap beradaptasi cepat dengan kultur birokrasi meski latar belakangnya bukan dari aparatur sipil negara (ASN).
Ia siap menerjemahkan visi Menpora untuk menyulap olahraga menjadi ladang investasi jangka panjang.
Arlan membeberkan cetak biru pengembangan industri olahraga ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, optimalisasi pengelolaan aset olahraga, penggandengan sektor swasta dalam ajang olahraga partisipatif, serta penguatan olahraga tontonan (spectator sport).
"Dengan bergulirnya sport industry, olahraga prestasi dan olahraga masyarakat bisa mandiri dan berkembang tanpa terus-menerus bergantung pada anggaran pemerintah. Seperti yang disampaikan Pak Menteri, ini adalah investasi besar untuk masa depan kualitas SDM Indonesia," kata Arlan optimistis.