Liputan6.com, Jakarta - Leapmotor resmi memulai langkah baru di pasar Indonesia, dengan merakit mobil listrik secara lokal. Model B10 dan C10, menjadi dua produk pertama yang diproduksi di dalam negeri melalui fasilitas PT National Assemblers Plant 3, yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.
Perakitan lokal ini mengusung standar manufaktur global yang diterapkan Leapmotor dan Stellantis. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan kendaraan yang dihasilkan memiliki kualitas, keamanan, serta tingkat keandalan yang konsisten, sekaligus membuat pasokan kendaraan listrik Leapmotor lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia.
Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, menilai Indonesia memiliki prospek besar dalam perkembangan kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara. Dimulainya perakitan lokal menjadi langkah penting bagi Leapmotor untuk semakin mendekatkan produk kami kepada konsumen Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dan memperkuat kehadiran merek Leapmotor di kawasan ASEAN," ujar Isaac Yeo, dalam keterangan resmi, Minggu, 9 Agustus 2026, dikutip Senin, (10/8/2026).
Dirinya melanjutkan, Leapmotor bersama Indomobil ingin menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari percepatan elektrifikasi di kawasan.
"Bersama Indomobil, kami bangga memulai babak baru ini melalui perakitan lokal Leapmotor C10 dan B10. Kolaborasi strategis ini akan mempercepat roadmap elektrifikasi kami di kawasan, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara," ia menambahkan..
Untuk mendukung rencana jangka panjang tersebut, fasilitas perakitan lokal Leapmotor dirancang menggunakan konsep manufaktur modern dengan fleksibilitas produksi yang tinggi.
Fasilitas ini dapat menyesuaikan kapasitas dengan perkembangan permintaan kendaraan listrik sekaligus diproyeksikan mendukung perluasan portofolio produk Leapmotor di Indonesia. Pengembangan tersebut tetap mengacu pada standar manufaktur global Leapmotor dan Stellantis.