Mahasiswa Unsoed juarai Peksimida Jateng, wakili Jateng ke nasional

Mahasiswa Unsoed juarai Peksimida Jateng, wakili Jateng ke nasional

Kamis, 16 Juli 2026 15:46 WIB

Image Print

Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Mardika Nur Wahid, meraih Juara I cabang Vokal Keroncong Putra pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026. ANTARA/HO-Unsoed

Target saya bisa memberikan medali untuk Jawa Tengah

Purwokerto (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Mardika Nur Wahid, meraih Juara I cabang Vokal Keroncong Putra pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026 sehingga berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Mardika setelah pada Peksimida 2024 belum mampu melaju ke tingkat nasional. Prestasi itu sekaligus menjadi buah dari latihan intensif yang dijalaninya sejak menekuni musik keroncong pada 2023.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur telah diberikan amanah ini untuk bisa mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional setelah sebelumnya belum berhasil melaju ke tingkat nasional pada tahun 2024," kata Mardika setelah diumumkan sebagai juara.

Mardika mengaku mulai menekuni musik keroncong setelah mengikuti Soedirman Art Festival 2023. Pengalaman tersebut menjadi titik awal dirinya mengembangkan kemampuan vokal pada genre musik tradisional yang kini mengantarkannya menjadi wakil Jawa Tengah di tingkat nasional.

Untuk menghadapi Peksimida, mahasiswa Unsoed itu berlatih secara rutin tiga hingga empat kali dalam sepekan bersama pelatih keroncong di dua kabupaten berbeda. Ia harus menempuh perjalanan antardaerah secara berkala demi mematangkan teknik vokal dan penampilannya.

Dalam perlombaan, Mardika membawakan dua lagu berjudul Keroncong Sepercik Nyala Api dan Keroncong Harapanku. Penampilannya berhasil memikat dewan juri sehingga mengantarkannya meraih posisi tertinggi pada cabang Vokal Keroncong Putra.

Menurut Mardika, musik keroncong masih memiliki tempat di hati generasi muda karena memiliki karakter yang unik serta mampu mengikuti perkembangan zaman melalui berbagai kolaborasi dengan lagu-lagu populer.

"Musik keroncong memiliki alunan yang unik dan mudah diterima kalangan muda. Selain itu, saat ini banyak musisi yang memadukan keroncong dengan lagu-lagu populer sehingga semakin menarik untuk dinikmati," katanya.

Menghadapi Peksiminas, Mardika menargetkan mampu mempersembahkan prestasi terbaik bagi kontingen Jawa Tengah. Ia berencana melakukan evaluasi terhadap penampilannya di Peksimida, meningkatkan intensitas latihan, serta menjaga kondisi fisik agar tampil maksimal pada tingkat nasional.

"Target saya bisa memberikan medali untuk Jawa Tengah dan semoga dapat masuk tiga besar di Peksiminas," katanya.

Selain menyiapkan diri menghadapi kompetisi nasional, Mardika berharap musik keroncong semakin berkembang di lingkungan perguruan tinggi. Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi seni secara rutin menjadi salah satu upaya untuk melestarikan musik keroncong sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.