Mandi Safar perkuat tradisi dan kebersamaan masyarakat Kotim

Mandi Safar perkuat tradisi dan kebersamaan masyarakat Kotim

Rabu, 12 Agustus 2026 22:51 WIB

Image Print

Wakil Bupati Kotim Irawati memantau langsung pelaksanaan Mandi Safar di Kecamatan Kota Besi, Rabu (12/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Tradisi Mandi Safar menjadi momentum masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

“Mandi Safar ini merupakan tradisi yang sudah mengakar turun-temurun. Bukan sekadar mandi di sungai, tetapi wujud syukur, tolak bala dan doa bersama agar kita dijauhkan dari marabahaya, penyakit, dan segala bentuk musibah,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Kota Besi, Rabu.

Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Mandi Safar yang dilaksanakan di Pasar Kamis, Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi.

Irawati menjelaskan, Mandi Safar tidak sekadar kegiatan mandi bersama di sungai, tetapi mengandung nilai spiritual berupa ungkapan rasa syukur dan ikhtiar memohon perlindungan dari berbagai marabahaya.

Pelaksanaan Mandi Safar tahun ini juga bertepatan dengan Arba Mustamir atau Rabu terakhir bulan Safar yang diyakini sebagian masyarakat sebagai momentum untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Disamping mandi sebagai simbol pembersihan diri, kegiatan tersebut biasanya diisi dengan zikir, doa bersama, tolak bala dan silaturahmi sehingga tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarwarga.

“Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tradisi seperti Mandi Safar sebagai kekayaan budaya lokal yang harus kita jaga,” ucap Irawati.

Ia menilai, pelestarian tradisi perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama dan memastikan pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat maupun akidah.

Selain menjadi bagian dari budaya masyarakat, menurutnya kegiatan seperti Mandi Safar dapat memperkuat modal sosial masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang warga Kotim.

Baca juga: Ketua PKK Kotim pantau implementasi program Aku Hatinya PKK di desa

Ia mengajak masyarakat Kecamatan Kota Besi menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara masyarakat dengan pemerintah.

“Kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan berbagai kelompok masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan daerah,” tuturnya.

Irawati juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi daerah. Menurutnya, budaya lokal harus dikenalkan kepada generasi penerus agar tidak terputus akibat perubahan zaman.

Generasi muda dapat menjadikan tradisi sebagai sumber pembelajaran sekaligus bagian dari identitas daerah, namun tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Ramadansyah mengatakan tradisi Mandi Safar yang berlangsung secara rutin merupakan salah satu potensi budaya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis masyarakat.

“Kami mendorong setiap kelurahan dan desa untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki, salah satunya kegiatan Mandi Safar yang sudah rutin tahunan. Ini perlu kita kemas kembali agar muncul dari masyarakat sendiri,” ucapnya.

Menurut Ramadansyah, kekuatan utama tradisi tersebut adalah keberlangsungannya yang lahir dari kebiasaan masyarakat, bukan sekadar kegiatan yang dibuat atau diprogramkan pemerintah.

Kondisi itu dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata karena masyarakat merupakan pelaku utama yang menjaga tradisi tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, potensi tersebut perlu dipoles melalui pengemasan yang lebih baik sehingga Mandi Safar maupun tradisi lokal lainnya dapat menjadi tujuan wisata yang menarik bagi masyarakat dari luar daerah.

“Ini adalah sebuah potensi luar biasa yang perlu kita poles kembali, sehingga nantinya bisa menjadi sebuah tujuan wisata,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran di simpang Samekto Sampit timbulkan kerugian ratusan juta

Ramadansyah menambahkan peluang pengembangan pariwisata Kotim semakin terbuka dengan meningkatnya konektivitas transportasi dari dan menuju daerah tersebut.

Ia menyebut adanya penerbangan Sampit-Jakarta dan Sampit-Surabaya serta kehadiran maskapai seperti Nam Air dan Super Air Jet menjadi salah satu pendukung untuk mendatangkan wisatawan.

Untuk itu, masyarakat didorong tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi sumber daya alam dan budaya yang dimiliki agar memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Dengan semakin terbukanya akses ke daerah kita, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan memaksimalkan potensi yang ada. Kita harus mengeksplorasi potensi tersebut untuk menjadikan daerah kita sebagai tujuan wisata,” pungkasnya.

Salah seorang warga Kota Besi, Suryani menyebutkan masyarakat setempat memiliki antusiasme tinggi mengikuti Mandi Safar karena kegiatan tersebut telah menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap tahun.

“Setiap tahun memang diadakan Mandi Safar pada akhir bulan Safar. Tepatnya kalau kami di sini menyebutnya Arba Mustamir. Warga antusias turun ke sungai untuk mandi,” ungkapnya.

Ia mengatakan keikutsertaan warga merupakan bentuk partisipasi dalam menjaga tradisi agar tetap hidup dan tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Masyarakat berharap Mandi Safar terus dilaksanakan dan dapat menjadi bagian dari identitas budaya Kota Besi yang dikenal lebih luas.

“Kami berharap kegiatan tahun depan bisa lebih meriah lagi dan lebih banyak yang ikutserta,” demikian Suriyani.

Baca juga: Tiga terdakwa kasus narkotika di Kotim dituntut hukuman mati

Baca juga: BKSDA Sampit ingatkan efek domino karhutla pada sektor pertanian

Baca juga: Posyandu Kotim perkuat edukasi pencegahan kebakaran sejak dini

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.