Masyarakat Kotim diimbau tidak nekat berolahraga di luar ruangan saat asap

Masyarakat Kotim diimbau tidak nekat berolahraga di luar ruangan saat asap

Kamis, 27 Agustus 2026 12:27 WIB

Image Print

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Irfansyah. ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Irfansyah mengimbau masyarakat tidak nekat berolahraga di luar ruangan saat terjadi kabut asap pekat seperti saat ini.

"Tujuan kita berolahraga itu kan supaya sehat, tapi kalau lagi asap ya jangan berolahraga di luar ruangan dulu. Kan banyak olahraga yang bisa dilakukan di dalam ruangan sehingga tidak terhirup asap kebakaran lahan," kata Irfansyah di Sampit, Kamis.

Hal ini disampaikan Irfansyah menanggapi fenomena masih banyaknya warga yang berolahraga saat terjadi kabut asap cukup pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kota Sampit masih diselimuti asap, khususnya saat pagi dan sore, namun tetap saja banyak warga yang berolahraga seperti lari, jalan kaki, bersepeda, bermain sepak bola dan lainnya.

Seperti di Taman Kota Sampit pada pagi dan sore hari, masih banyak warga yang berolahraga. Sebagian besar dari mereka juga tidak mengenakan masker meski asap cukup pekat.

Fenomena ini dinilai kurang pas karena masyarakat bahkan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap. Apalagi, kualitas udara kerap menunjukkan status tidak sehat, bahkan sangat tidak sehat akibat tingginya indeks standar pencemar udara (ISPU).

Pantauan status kualitas udara dari waktu ke waktu, bisa menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin berolahraga di luar ruangan. Jika terjadi kabut asap dan kualitas udara tidak sehat, masyarakat disarankan tidak nekat berolahraga di luar ruangan karena dikhawatirkan justru terpapar asap bercampur debu karhutla yang bisa mengganggu kesehatan.

Irfansyah menyarankan kegiatan olahraga bisa dialihkan pada gerakan-gerakan yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Banyak gerakan olahraga yang bisa dilakukan tanpa harus ke luar rumah, seperti senam, angkat beban dan lainnya.

"Kalau asap pekat, kami imbau kurangi atau bahkan hentikan dulu olahraga di luar ruangan. Kita lihat situasionalnya, kalau kabut asap parah, mengapa kita paksa berolahraga di luar ruangan? Justru bisa mengganggu kesehatan," tambah Irfansyah.

Sementara itu, kebakaran lahan masih marak terjadi di sejumlah lokasi di Sampit. Kondisi ini membuat kabut asap masih menyelimuti kota ini sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan data ISPUnet, kualitas udara di Sampit pada Kamis (27/8) Pukul 12.00 WIB menunjukkan kualitas udara tidak sehat dengan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 104 dan parameter kritis PM10. Kualitas udara kategori ini bersifat merugikan pada manusia, hewan dan tumbuhan sehingga masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruangan.

Baca juga: Dispora Kotim bekali pelajar kemampuan 'public speaking'

Baca juga: Wabup Kotim ajak perempuan dukung perjuangan Satgas Penanganan Karhutla

Baca juga: DPRD Kotim dorong pembentukan Satgasus tangani antrean BBM

Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.