Mata Panda Mengganggu Penampilan? Ini Penyebab Mata Panda dan Cara Mengatasinya! - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Kondisi menghitamnya area kulit mata bawah atau biasa dikenal dengan sebutan mata panda kerap dianggap menganggu penampilan hingga dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang, terlebih ketika harus tampil di hadapan publik.

Hal ini sering dikaitkan dengan kurangnya waktu tidur dan rasa lelah berlebih. Namun, terdapat beberapa penyebab terbentuknya mata panda. Berikut penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi mata panda.

“Kantung mata itu adalah lekukan bawah mata serta disertai dengan kehitaman dan juga garis-garis kerutan,” kata Dr. Richard Lee.

Menurut artikel yang diterbitkan oleh Halodoc satu diantara faktor paling umum munculnya mata panda itu karena kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk, hal ini dapat menyebabkan kulit tampak lebih pucat, sehingga lingkaran hitam di bawah mata terlihat lebih jelas.

Selain faktor tidur, faktor genetik, penuaan kulit, alergi, dehidrasi, paparan sinar matahari, stres, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, konsumsi garam tinggi, menatap layar terlalu lama turut berperan dalam menghitamnya area kulit mata bawah.

Berdasarkan Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology (JCAD) tahun 2016, satu diantara penyebab munculnya mata panda adalah faktor struktural pada area sekitar mata, hal ini terjadi akibat hilangnya lemak subkutan dan penipisan kulit di area orbital rim, yang dikombinasikan dengan
turunnya jaringan pipi, sehingga menimbulkan efek cekung pada area orbital.

Meski mata panda bukan termasuk kondisi yang cukup berbahaya, namun masih banyak orang mencari cara untuk mengatasi hal ini, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Menurut Dr. Sung dalam channel YouTube SB30Health “10 penyebab dan Solusi Mata Panda”, hal pertama yang disarankan adalah memperbaiki pola hidup dan pola makan, termasuk menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi asupan garam. Asupan protein juga
perlu diperhatikan dengan takaran sekitar 0,8 hingga 1 gram per kilogram berat badan agar tidak berlebihan maupun kekurangan.

Ia mengatakan juga bahwasannya menggunakan kantung teh yang telah digunakan dan didinginkan di dalam kulkas selama 10 hingga 15 menit turut disarankan sebagai perawatan sederhana di rumah, karena kandungan antioksidan yang terkandung pada teh dan digabungkan dengan suhu dingin dapat memberikan efek vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah, sehingga area bawah mata yang sebelumnya tampak lebih gelap akibat pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) dapat tersamarkan.

Meski hal itu sudah dilakukan, menurut Dr. Sung hasil yang terlihat pada setiap individu dapat berbeda-beda dikarenakan strutur tulang wajah yang tidak sama. Namun, terdapat hal penting yang menjadi solusi dalam kasus ini yaitu memperbaiki pola tidur dengan waktu istirahat yang teratur.

Apabila berbagai cara di atas belum memberikan hasil yang memuaskan, Dr. sung memberikan saran untuk konsultasi ke dokter estetik atau dokter spesialis kulit dan kelamin (SPKK) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi masing-masing individu.

Pewarta: Karen Virginia
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.