Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena matahari berada tepat di atas Kabah atau Rashdul Qiblat untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat.
“Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah shalat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Menag di Jakarta, Senin.
Momentum astronomi yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini dinilai menjadi cara yang mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.
Menurut Menag, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah shalat. Karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar yang perlu dilakukan agar pelaksanaan ibadah semakin sempurna.
Nasaruddin Umar menjelaskan fenomena matahari tepat di atas Kabah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun.
Pada saat itu, sinar matahari berada tepat di titik zenit Kakbah, sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Metode ilmiah ini untuk memverifikasi arah kiblat.
Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT.
Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kabah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.
“Kita akan memanfaatkan momentum saat posisi matahari berada tepat di atas Kabah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi,” kata Menag.
Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Menag mengajak seluruh masyarakat, para takmir masjid dan mushalla, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan rumah untuk bersama-sama melakukan verifikasi arah kiblat.
Partisipasi dalam gerakan nasional ini dilakukan dengan mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, peserta dapat mengikuti pengukuran secara serentak sesuai waktu fenomena Matahari di atas Kakbah di wilayah masing-masing.
Dalam portal tersebut, terdapat juga panduan teknis pelaksanaan sehingga masyarakat dapat melakukan pengukuran secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama di daerah.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.