Menakar Kenyamanan dan Berhemat Ongkos Perjalanan Bersama Motor Listrik VinFast |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Martin Jo sepertinya ditakdirkan berjodoh dengan VinFast. Setelah sekian lama berencana dan berusaha membeli motor listrik, keinginan itu baru terwujud sekarang.

Pilihan pria 43 tahun ini akhirnya jatuh kepada VinFast Evo, motor listrik keluaran pabrikan asal Vietnam yang baru masuk ke Indonesia di bawah naungan VinFast e-Scooter Indonesia.

Martin bercerita, sebelumnya, ia sempat tertarik dengan berbagai merek motor listrik lain. Namun, seperti tak berjodoh, langkah untuk membeli diurungkan dengan alasan berbeda-beda.

"Dulu pernah sangat suka pada satu merek motor. Namun, waktu itu saya pertimbangkan lagi karena ada masalah baterai. Akhirnya tidak jadi beli," kata Martin kepada Republika, tengah pekan lalu.

Setelah itu, ia juga sempat kepincut dengan merek lain. Namun, setelah mencoba langsung, warga Cengkareng ini tidak nyaman dengan posisi berkendaranya. Padahal, tampilan motor listrik tersebut dinilainya cukup gagah.

Lain waktu, ia menemukan motor dengan posisi berkendara sudah enak dan tak ada masalah dengan sistem pengisian daya baterainya. Kali ini, modelnya tak sesuai seleranya yang membuatnya batal lagi membeli.

Sampai akhirnya, motor listrik VinFast hadir ke Indonesia dengan tiga model yang berbeda dari kebanyakan motor sejenis yang lebih dulu beredar di Tanah Air. Salah satunya kemudian memenuhi ekspektasi Martin, yakni VinFast Evo.

Sebelum memutuskan membeli, Martin mencari informasi sebanyak-banyaknya melalui sejumlah ulasan reviewer di YouTube. Awalnya, ia justru tertarik dengan VinFast Viper. Namun, setelah mencoba ketiga model dan membandingkannya, pilihan akhirnya jatuh kepada Evo.

Menurut Martin, model Evo lebih cocok untuknya yang sering membawa barang. Selisih harga Evo dan Viper yang mencapai Rp 4,5 juta juga menjadi alasan berikutnya.

“Bentuk Evo klasik, lebih masuk dengan selera dan bujet saya. Spesifikasi utama, baterai dan lainnya dari tiga model motor VinFast itu sama. Yang beda hanya model dan kecepatan maksimum,” kata Martin menjelaskan pertimbangannya memilih VinFast Evo dari berbagai aspek.

Ketersediaan Battery Swapping Station (BSS) dalam ekosistem V-Green di banyak titik di Jabodetabek turut memperkuat pilihannya. Saat peluncuran pada bulan lalu, CEO VinFast E-Motorcycle Indonesia Yordan Satriadi menyatakan, pihaknya sudah memiliki lebih dari 2.000 BSS dalam ekosistem V-Green di Jabodetabek dan sejumlah titik di Pulau Jawa. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah.

Menurut Martin, keberadaan BSS V-Green memberikan rasa aman karena pengguna tidak perlu terlalu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan. Sebab, mereka bisa menukar baterai dengan mudah di BSS V-Green.