Menaker: Perbaikan tata kelola dan kompetensi tingkatkan produktivitas

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan perbaikan tata kelola dan proses kerja secara menyeluruh seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja penting untuk mendorong produktivitas perusahaan.

“Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Adapun langkah ini senada dengan upaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang akan mendampingi 20 perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan sistem dan proses kerja selama September hingga November 2026.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemnaker meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi dan kualitas dunia kerja Indonesia.

Baca juga: Sebanyak 90 pengurus KDKMP ikut program magang model bisnis koperasi

Pelaksanaannya melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta Magang Nasional.

Untuk memastikan perbaikan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan, Menaker mengatakan program ini menerapkan pendekatan company-based productivity improvement.

Pendampingan diawali dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi akar masalah, penyusunan rencana peningkatan produktivitas, implementasi perbaikan, serta monitoring dan evaluasi dampak.

Adapun bentuk intervensi disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan, antara lain melalui peningkatan efisiensi proses kerja, kualitas layanan, pengurangan pemborosan, tata kelola tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, serta peningkatan kualitas produksi dan pelayanan.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.