Menhut pantau langsung penanganan Karhutla di Kalbar - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Menteri Kehutanan Raja Antoni turun atau memantau langsung penanganan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) agar berjalan optimal di Provinsi Kalimantan Barat. 

“Saya hadir di Kalbar hari ini diminta oleh Pak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan apa yang menjadi perintah beliau berjalan dengan baik,” kata Raja Antoni.

Raja Antoni menyampaikan hal itu seusai meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Senin.

Dalam kunjungan tersebut, dia mengecek kondisi karhutla bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan, jajaran TNI dan Polri, BNPB, BMKG, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta unsur terkait lainnya.

Raja Antoni mengatakan kondisi hotspot di Kalbar sangat dinamis. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per 23 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB, hotspot di Kalbar tersisa 28 titik.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, TNI, Polri, di darat maupun di udara, termasuk teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang berjuang tanpa lelah bersama-sama,” ujarnya.

Namun, dia mengingatkan penurunan hotspot tidak otomatis berarti ancaman karhutla dan asap telah berakhir. Saat meninjau salah satu lokasi di Rasau Jaya Tiga, api tidak terlihat, tetapi asap dari lahan gambut masih muncul.

“Angka hotspot ini tidak selalu beriringan dengan kabut asap. Saya tadi turun di salah satu titik di Kubu Raya, di Rasau Jaya Tiga, api sudah tidak ada, tapi asap dari gambut masih sangat terlihat,” katanya.

Karena itu, Raja Antoni meminta proses pendinginan dan pemadaman dilanjutkan untuk memastikan bara api di dalam lahan gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Menurut dia, karakteristik gambut membuat penanganan karhutla lebih sulit karena api dapat membakar di bawah permukaan tanah sehingga menghasilkan asap dalam jumlah besar.

“Karena pada dasarnya, sekali lagi, gambut ini memang paling sulit dipadamkan. Apinya ada di bawah, dan produksi asapnya, CO2-nya sangat luar biasa,” ujarnya.

Raja Antoni menegaskan pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat penanganan karhutla dengan menyesuaikan langkah berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
 

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.