Menjelajahi Sejarah Candi Borobudur Lewat 8 Zona Pengalaman Imersif

Dena Sari Dewi | CNN Indonesia

Selasa, 01 Sep 2026 17:15 WIB

Menjelajahi Sejarah Candi Borobudur Lewat 8 Zona Pengalaman Imersif
Menjelajahi Sejarah Borobudur melalui Pengalaman Immersive Purwacarita Borobudur di Jakarta.(CNN Indonesia/Dena Sari)

Jakarta, CNN Indonesia --

Masyarakat Jakarta dan sekitarnya kini dapat mempelajari sejarah Candi Borobudur melalui ruang pameran imersif bertajuk "Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa".

Pameran interaktif ini digelar secara gratis di Galeri Indonesia Kaya, West Mall Grand Indonesia lantai 8, Jakarta Pusat, mulai 1 September hingga Desember 2026.

Eksibisi ini memadukan nilai sejarah, budaya, serta teknologi digital hasil kolaborasi Galeri Indonesia Kaya bersama Bening Digital dan Curaweda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengembangannya menerapkan pendekatan Ethical AI-teknologi kecerdasan buatan yang difungsikan sebagai alat bantu visualisasi tanpa mengabaikan akurasi sejarah.

Pilihan Redaksi

  • Tradisi Umat Buddha saat Hari Raya Waisak, Apa Saja?
  • Kemenpar Genjot 10 Destinasi Wisata Prioritas di Luar Bali
  • 5 Museum Paling Ramai Dikunjungi 2025, Museum Nasional Teratas

Demi memastikan keabsahan data, narasi, detail busana, hingga arsitektur yang ditampilkan telah melalui proses riset dan validasi yang melibatkan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Museum dan Cagar Budaya.

Founder sekaligus CEO Curaweda, Azhar Muhammad Fuad, menegaskan bahwa riset dan fakta sejarah tetap menjadi fondasi utama dalam pameran ini.

"Bagi kami di Curaweda, teknologi bukanlah tujuan akhir. AI kami perlakukan sebagai kuas, sementara kanvasnya tetap fakta sejarah yang telah divalidasi para ahli. Melalui Purwacarita Borobudur, kami ingin menunjukkan bahwa AI dapat digunakan secara etis untuk memperkuat riset sekaligus menghadirkan kekayaan budaya Nusantara dalam cara yang lebih dekat dengan generasi muda," ujar Azhar dalam konferensi pers di West Mall Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (1/9).

Azhar menambahkan, integrasi teknologi ini dirancang agar sejarah tidak lagi sekadar narasi tertulis, melainkan pengalaman visual interaktif yang memungkinkan pengunjung menelusuri lorong waktu dan menggali pesan moral di dalamnya.

8 Zona Pengalaman Imersif Purwacarita Borobudur

Pengunjung dapat menikmati delapan zona pengalaman imersif:

1. Sapa Borobudur: Pengantar lanskap dan latar era pendirian Candi Borobudur.

2. Karmavibhangga dan Avadana: Pertunjukan teater imersif yang mengangkat kisah dua relief penting Borobudur.

3. Batu Carita: Area interaktif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan empat tokoh sejarah dan legenda, yakni Raja Samaratungga, Putri Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara.

4. Mandala: Fasilitas pemahaman nilai spiritual Borobudur sekaligus penelusuran rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk.

5. Jelajah Borobudur: Simulasi perjalanan fisik menuju kawasan Borobudur dan candi-candi di sekitarnya.

6. Buku Carita: Pengalaman naratif menelusuri perjalanan Putri Pramodhawardhani dalam memahami visi sang ayah membangun Borobudur.

7. Harmoni Borobudur: Visualisasi ekosistem alam masa lalu yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan satwa seperti merak, rusa Jawa, dan gajah menggunakan sensor gerak (motion sensor).

8. Asal Mula Borobudur The Movie: Sajian utama berupa pemutaran film pendek berdurasi lima menit di auditorium yang merangkum kisah penciptaan Candi Borobudur dan reliefnya.

Hadirnya Purwacarita Borobudur diharapkan menjadi alternatif destinasi wisata edukasi budaya yang relevan di Jakarta, sekaligus menjadi gerbang perkenalan sebelum masyarakat berkunjung langsung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

(wiw)

placeholder