Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:13 WIB
Palangka Raya, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (31/7/2026).
Baca Juga
Ada beberapa hal yang dibahas dan memperkuat strategi antar Pemerinah Pusat dan Daerah, salah satunya soal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Maklum saja, Karhutla menjadi perhatian khusus karena saat ini sedang terjadi musim kemarau.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menko Polkam bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengunjungi Kabupaten Kapuas. Diterima dengan baik oleh Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Wakil Bupati Kapuas Dodo, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas.
Baca Juga
Hadir juga dalam pertemuan itu jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, TNI-Polri, serta sejumlah bupati dan wakil bupati se-Kalteng.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah, memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nsantara (IKN) di masa sekarang dan masa depan Indonesia.
Baca Juga
“Karena itu, penanganan Karhutla, pemberantasan pertambagan tanpa izin, illegal logging, penyelesaiian konflik agraria, hingga penguatan koordinasi lintas sektor harus terus ditingkatkan. Ini penting Kalteng menjadi penopang ketahanan pangan, energi, dan pelestarian lingkungan,” tegasnya.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengusung konseop Presiden of Solutions.
“Pemerintah pusat dan daerah bersinergi, berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur melalui program-program prioritas nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan pihaknya terus mengoptimalkan operasi pemadaman melalui darat dan dukungan dari udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menambah armada pesawat, pemenuhan stok bahan semai, serta fleksibilitas pelaksanaan operasi hingga malam hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menyetujui penambahan armada pesawat OMC untuk memperluas pangkalan operasi dengan menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak sehingga mempercepat proses pemadaman, mempercepat pendinginan lahan gambut, serta mencegah meluasnya kebakaran.
Halaman Selanjutnya
“Saya ijinkan juga kalau ada penambahan kemudian saya ijinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu,” terangnya.