Menkop dorong bisnis koperasi berkembang ke arah produksi - ANTARA News Jawa Timur

Malang Raya (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong kegiatan bisnis koperasi berkembang ke arah produksi, sehingga bisa memberikan nilai tambah pada potensi yang dimiliki oleh daerah sekaligus menghadirkan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menkop di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, menyatakan bahwa keberadaan koperasi sesungguhnya tak hanya identik dengan simpan pinjam, namun sebagai penggerak ekonomi rakyat.

"Koperasi harus kembali seperti cita-cita Bung Hatta dan pendiri republik ini, harus masuk ke sektor penting demi hajat hidup orang banyak," kata Ferry.

Ferry menyampaikan bahwa urusan koperasi saat ini tidak melulu berkutat di persoalan kelembagaan maupun rapat anggota tahunan (RAT) semata, tetapi perlu dilakukan penguatan tata kelola aktivitas bisnis.

"Dan itu yang sekarang menjadi tugas kami bagaimana mendorong koperasi harus ke sektor industri, produksi, distribusi, bahkan keuangan," kata dia lagi.

Ia menyatakan, kegiatan bisnis di beberapa koperasi di Indonesia sudah berkembang dan bahkan ada yang memiliki pabrik untuk menjalankan kegiatan pengolahan terhadap potensi daerah, salah satunya ada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Lebih lanjut, kata dia pula, koperasi di daerah itu mampu menjalankan produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

"Minggu lalu saya baru meresmikan pabrik CPO yang dimiliki oleh koperasi petani sawit. Kalau semakin banyak yang punya pabrik CPO bukan tidak mungkin koperasi memiliki refinery minyak goreng sendiri," ujar dia.

Selain pengolahan sumber daya alam, lini bisnis koperasi diharapkan juga harus mampu berkembang dan masuk ke sektor perbankan.

"Koperasi itu pernah punya bank sendiri namanya Bank Kesejahteraan Ekonomi atau BKE yang itu didirikan oleh Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia," ujarnya pula.

Oleh karena itu, saat ini kementerian yang dia pimpin terus menyiapkan berbagai strategi dalam memperkuat kemajuan koperasi nasional.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.