Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dikembangkan tidak hanya sebagai penyalur barang bersubsidi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pengembangan potensi desa.
Dalam acara peluncuran buku "Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan" dan Simposium Nasional di Gedung RRI Pusat, Jakarta, Selasa, Ferry mengatakan KDKMP diarahkan untuk mengembangkan berbagai potensi ekonomi desa, seperti sektor pariwisata, kerajinan, hingga ekonomi kreatif.
Ferry, dikutip dari keterangan pers kementerian, memastikan KDKMP tidak hanya menjadi penyalur bantuan, tetapi juga pusat penggerak ekonomi rakyat.
Ia menambahkan pemerintah berkomitmen memastikan program KDKMP berjalan sesuai tujuan melalui pendampingan dan penguatan kapasitas pengelola koperasi.
Meski demikian, ia mengakui implementasi program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap KDKMP cukup tinggi, tetapi masih terdapat sebagian warga yang ragu karena belum terbiasa dengan konsep koperasi modern.
"Di sinilah sebenarnya bahwa setiap transformasi, setiap perubahan akan punya konsekuensinya," ucap dia.
Ferry menegaskan kembali bahwa pengembangan KDKMP merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menilai program tersebut juga merefleksikan gagasan ekonom Soemitro Djojohadikusumo mengenai pembangunan ekonomi yang bertumpu pada kebersamaan dan gotong royong.
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Guruh Muamar Khadafi mengatakan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mendorong kesejahteraan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pemerintah telah menetapkan KDKMP sebagai salah satu infrastruktur distribusi berbagai program pemerintah di tingkat desa.
Selain menyalurkan barang bersubsidi seperti LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, Minyakita, dan beras SPHP, KDKMP juga disiapkan sebagai saluran penyaluran bantuan sosial, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bansos Sembako.
Hingga saat ini, sekitar 1.000 KDKMP telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 4 Agustus 2026, jumlah KDKMP yang telah terbentuk mencapai 83.382 unit. Namun, belum seluruhnya memiliki sarana operasional seperti gedung, gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya.
Tercatat sebanyak 19.527 koperasi telah menyelesaikan pembangunan kelengkapan sarana tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkop sebut KDKMP tak hanya salurkan barang subsidi
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.