Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan warga menjadi prioritas utama penanganan darurat pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi.
"Sejak informasi gempa kami terima, jajaran Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana di lapangan. Fokus utama sekarang adalah penyelamatan dan perlindungan warga terdampak, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mempercepat pendataan korban," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Pihaknya telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), sekaligus menggerakkan bantuan logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.
Berdasarkan laporan sementara diterima Kemensos hingga pukul 15.40 WIB, gempa berdampak pada sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sedangkan jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.
Data sementara mencatat 38 orang meninggal dunia, enam luka-luka, serta dua dilaporkan tertimbun.
Ia mengatakan angka tersebut masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Saya sudah minta seluruh jajaran di lapangan bekerja cepat, tetapi tetap memastikan datanya akurat. Prioritas pertama tentu korban yang membutuhkan pertolongan, kemudian pengungsi, kelompok rentan, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal," ujarnya.
Ia menyebut sejumlah tempat pengungsian sementara telah disiapkan, antara lain di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.
Tim gabungan juga terus melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Kemensos telah menggerakkan bantuan logistik dengan nilai keseluruhan sekitar Rp4,52 miliar.
Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai lebih dari Rp1,01 miliar digerakkan menuju Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut, antara lain velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, tenda serbaguna, dan kids ware.
Selain itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menggerakkan bantuan senilai sekitar Rp541,6 juta menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.
Kemensos juga menambah pasokan dari Gudang Pusat Bekasi. Sebanyak dua pengiriman dengan total nilai sekitar Rp2,96 miliar sedang disiapkan menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang.
Bantuan tambahan tersebut mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.
"Logistik yang tersedia di daerah langsung kita gerakkan agar masyarakat tidak menunggu. Pada saat yang sama, stok dari pusat juga kita dorong untuk memperkuat kebutuhan beberapa hari ke depan. Jangan sampai warga terdampak kekurangan makanan, tempat berlindung, maupun kebutuhan dasar lainnya," ucap Gus Ipul.
Ia juga meminta Tagana bersama pemerintah daerah terus melakukan asesmen dan membantu evakuasi, pendirian tenda darurat, pelayanan pengungsian, hingga pengoperasian dapur umum sesuai kebutuhan di lapangan.
Khusus korban meninggal dunia, Kemensos sedang melakukan verifikasi dan validasi bersama pemerintah daerah. Setelah data dinyatakan lengkap, Kemensos akan menyalurkan santunan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
"Untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kemensos akan memastikan hak-hak korban ditangani sesuai ketentuan. Tim saat ini sedang melakukan verifikasi dan validasi agar penyalurannya dapat segera dilakukan," ujar dia.
Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak, serta mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG.
"Yang paling penting sekarang keselamatan. Jangan masuk ke bangunan yang kondisinya belum dipastikan aman. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi. Kemensos bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus berada di lapangan mendampingi masyarakat sampai situasi benar-benar tertangani," demikian Saifullah Yusuf.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.