Bandung (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan ke dua jalur, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil sesuai minat dan bakat sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul.
Saifullah dalam kunjungan di Bandung, Jawa Barat, Kamis, mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing.
"Sesuai arahan Presiden, lulusan Sekolah Rakyat diarahkan ke dua jalur. Satu, dia bisa ke perguruan tinggi kalau memenuhi syarat. Yang kedua, menjadi pekerja terampil, baik pekerja terampil dalam negeri maupun pekerja terampil ke luar negeri," katanya.
Ia mengatakan penentuan arah pendidikan maupun profesi siswa tidak didasarkan pada tes akademik, melainkan melalui pemetaan bakat dan potensi yang dilakukan sejak awal pendidikan.
"Jadi tidak ada yang namanya tes akademis. Yang ada adalah tes DNA Talent. Jadi setiap anak di sini, tadi disebutkan setiap anak berharga, dan kita cari talent-nya, kita cari kecerdasannya yang merupakan bagian dari multiple intelligences. Kita menggunakan tes DNA Talent berbasis AI," ujarnya.
Menurut dia, hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pendidik untuk mengarahkan siswa ke bidang yang sesuai dengan potensi masing-masing, baik untuk melanjutkan pendidikan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
"Jadi kita sudah tahu anak-anak yang di Sekolah Rakyat ini, talent-nya apa, bakatnya apa, dan akan diarahkan. Nanti kalau sudah besar, kalau sudah lulus, profesi sebaiknya di bidang hukum, atau di bidang kesehatan, di bidang teknik, atau di bidang-bidang lain," katanya.
Selain itu, dirinya menyebut Sekolah Rakyat juga membekali peserta didik dengan kemampuan bahasa asing sesuai minat sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun bekerja di dalam dan luar negeri.
"Maka itu, di Sekolah Rakyat kita akan bimbing siapa pun yang punya minat di bidang bahasa, apakah Arab, Inggris, atau juga tadi ada Mandarin dan bahasa-bahasa lain, Jepang, Korea, selama mereka memang punya minat," ujarnya.
Ia menambahkan siswa yang memiliki minat di bidang pariwisata juga akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di bawah Kementerian Pariwisata dengan beasiswa melalui kerja sama kedua kementerian apabila memenuhi persyaratan.
Pada kesempatan tersebut, Saifullah mengatakan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga rentan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terutama mereka yang putus sekolah, berpotensi putus sekolah, tidak sekolah, atau belum bersekolah pada usia yang seharusnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos: Lulusan SR diarahkan untuk kuliah atau jadi pekerja terampil
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.