Mentan Andi Sulaiman ajak lulusan Untad jadi pencipta lapangan kerja

Mentan Andi Sulaiman ajak lulusan Untad jadi pencipta lapangan kerja

Kamis, 20 Agustus 2026 13:35 WIB

Image Print

Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak lulusan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah untuk menjadi penggerak utama dan pencipta lapangan kerja dengan memanfaatkan potensi daerah.

"Kalau mau sukses anak-anakku, dapat tekanan. Tekanan pertama adalah jangan minta uang. Tekanan kedua, jangan minta warisan. Tekanan ketiga, jangan mendaftar-mendaftar, ciptakan lapangan kerja," kata Andi Amran Sulaiman saat memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis.

Ia mengatakan lulusan perguruan tinggi perlu memiliki keberanian untuk mengembangkan kemampuan, dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurut dia, Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya yang luas dan dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang usaha, termasuk melalui sektor pertanian.

“Ini Palu, ini Sulawesi Tengah, hamparannya luas. Tanami!” ujarnya.

Ia mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja. Ia meminta para lulusan agar mampu melihat peluang di lingkungan sekitar dan berani memulai usaha sesuai dengan potensi yang tersedia.

Setiap orang, kata dia, memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan tanpa dibatasi latar belakang keluarga, suku, maupun perguruan tinggi tempat menempuh pendidikan.

Menurut dia, keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemauan untuk bekerja keras menjadi modal penting bagi seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

Pada kesempatan itu, Mentan juga menyampaikan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Tengah, termasuk penyediaan sarana produksi dan bibit bagi masyarakat yang memiliki lahan untuk dikembangkan dan mendorong produktivitas pertanian.

“Hand tractor gratis. Mau tanam bibit ada, ada bibit untuk Sulteng. Bibit kelapa, kakao, itu gratis," ujarnya.

Ia mengatakan melalui program pengembangan tujuh komoditas strategis, yakni kakao, kelapa, tebu, kopi, pala, mete, dan kemiri, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun dengan target pengembangan 870 ribu hektare kebun rakyat pada periode 2025-2027 untuk memperkuat pasokan bahan baku industri dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia berharap lulusan Untad dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan ajak lulusan Untad jadi pencipta lapangan kerja

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026