Gilimanuk, Bali (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) merupakan strategi pemerintah untuk mendorong kemandirian energi nasional.
"Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri," ujar Bahlil dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa.
Menurut Bahlil, sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi surya.
Penguatan industri panel surya dan sistem penyimpanan energi baterai di dalam negeri menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Baca juga: Prabowo janji beri penghargaan jika PLTS 100 GWp tuntas dua tahun
Program PLTS 100 GWp juga diarahkan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan. Berdasarkan laporan Menteri ESDM, pemanfaatan energi surya melalui program ini berpotensi memberikan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp73 triliun per tahun karena biaya listrik PLTS lebih rendah dibandingkan pembangkit diesel atau gas.
Program tersebut juga diproyeksikan menghemat penggunaan diesel hingga 6 juta kilo liter per tahun secara nasional, termasuk 500 ribu kilo liter per tahun khusus di Bali.
"Proyek PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif (3,5 juta di industri panel surya & BESS, serta 2 juta di sektor konstruksi) dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun," tutur Bahlil.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar target pembangunan energi surya tersebut.
Baca juga: Bahlil catat potensi investasi PLTS 100 GWp capai Rp1.140 triliun
Presiden menyampaikan bahwa pembangunan 100 GWp energi surya menjadi target besar yang harus didukung melalui kerja sama kementerian, BUMN, dan berbagai pihak terkait.
"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Presiden Prabowo.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.