Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi mengatakan bermain menjadi salah satu cara yang bermakna untuk membantu anak mengembangkan potensi, kreativitas, dan rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi masa depan.
"Melalui tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, Hari Anak Nasional mengingatkan kita akan pentingnya membangun masa depan yang lebih baik bagi anak dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri. Bermain menjadi salah satu cara yang bermakna untuk mendukung hal tersebut, karena memberi anak kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengeksplorasi bakat, mengembangkan kreativitas, dan terlibat dalam berbagai pengalaman positif," kata Arifah dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, nilai tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Lego Playground: Main dan Jadi Hebat 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, yang mengajak anak belajar, berkreasi, dan membangun rasa percaya diri melalui lingkungan bermain yang ramah anak.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional itu menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi anak dan keluarga, di antaranya Lego Playground Fun Competition yang mengajak peserta membangun kreasi menggunakan balok Lego sekaligus menceritakan kisah di balik karya mereka.
General Manager for India and Asia Emerging Markets The Lego Group Cedric Roose mengatakan bermain merupakan salah satu cara paling efektif bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan mempererat hubungan dengan keluarga.
"Berdasarkan Lego Play Well Report 2026, sebanyak 99 persen orang tua di Indonesia percaya bahwa bermain berperan penting dalam menciptakan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedekatan dalam keluarga. Bahkan, 82 persen orang tua menilai manfaat bermain perlu semakin diprioritaskan," ujar Cedric.
Ia mengatakan melalui Lego Playground, pihaknya ingin menghadirkan ruang bagi anak untuk bebas membangun, berimajinasi, dan mengekspresikan diri, sekaligus membantu orang tua melihat bagaimana bermain dapat mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Woro Srihastuti Sulistyaningrum menilai penciptaan ruang bermain yang aman memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
"Menciptakan ruang yang aman dan mendukung bagi anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Inisiatif, seperti Lego Playground: Main dan Jadi Hebat turut mendukung kesejahteraan digital anak dengan mendorong keseimbangan yang sehat antara aktivitas bermain secara langsung dan aktivitas digital. Dengan demikian, anak memiliki kesempatan untuk bermain, belajar, berinteraksi, serta mengembangkan keterampilan penting untuk masa depan," kata Woro.
Menurut dia, keseimbangan antara aktivitas bermain secara langsung dan penggunaan teknologi penting agar anak dapat berkembang secara optimal sekaligus memiliki keterampilan sosial dan emosional yang dibutuhkan pada masa depan.
Acara tersebut juga dihadiri Direktur Industri Aneka, Mainan, Alat Olahraga, dan Alat Musik Kementerian Perindustrian, Reny Meilany serta jajaran Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Melalui penyelenggaraan Lego Playground: Main dan Jadi Hebat 2026, The Lego Group berharap semakin banyak keluarga menjadikan bermain sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempererat hubungan antara anak dan orang tua.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PPPA: Bermain bantu anak kembangkan potensi dan percaya diri
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.