Menteri PPPA: Nilai agama hingga etika lindungi tumbuh kembang anak - ANTARA News Jawa Timur

Malang Raya (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan penanaman nilai agama, budi pekerti, moral, hingga etika oleh orang tua menjadi pelindung bagi proses tumbuh kembang anak.

"Orang tua perlu menanamkan fondasi berupa nilai agama, budi pekerti, etika, moral karena ini penting dan akan menjadi benteng diri bagi anak-anak," kata Arifah di STAI Ma'had Aly Al-Hikam di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Penanaman nilai-nilai tersebut merupakan kewajiban setiap orang tua, karena akan meminimalkan dampak banyaknya tantangan dalam pertumbuhan anak di era digital, seperti kecanduan gawai dan paparan konten negatif.

"Langkah membangun fondasi karakter berbasis nilai keagamaan, budi pekerti, moral, dan etika akan menumbuhkan pemahaman dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.

Hal tersebut pun pada akhirnya mampu menciptakan kepekaan sehingga anak mampu memahami baik maupun buruknya sebuah tingkah laku yang diperbuat.

"Orang tua memberikan ponsel boleh, asalkan ada pendampingan. Anak tidak bisa dilepas sendirian," ujar dia.

Peran aktif dari orang tua, kata dia, akan menjadi penguat strategi yang telah digagas pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan dan menghadirkan rasa nyaman bagi anak untuk tumbuh serta berkembang lewat Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA).

Tak hanya itu, Arifah juga mengingatkan kepada kepala sekolah, guru, hingga pegawai di setiap lingkungan lembaga pendidikan supaya menjalankan upaya pencegahan kekerasan maupun perundungan oleh sesama pelajar dengan memperkuat sistem pengawasan.

Kemudian pihak di sekolah, khususnya guru bimbingan konseling (BK) sebisa mungkin membangun kedekatan dengan setiap murid, agar ketika mendapati perubahan sikap peserta didik mereka mampu dengan cepat mengidentifikasi penyebabnya.

"Semua guru diberikan tugas seperti dosen pembimbing dari awal anak masuk sampai lulus, ini sebuah inovasi baru menurut saya apa yang diinisiasi oleh Pak Mendikdasmen supaya anak-anak yang mengalami persoalan terdeteksi dan dijangkau oleh BK," kata dia.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.