Militer Iran Ungkap Fase Baru Perang Lawan AS, Akan Ubah Strategi

Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Iran menegaskan mulai memasuki perang fase baru melawan Amerika Serikat dan akan mengubah strategi dalam peperangan.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia pada Rabu (22/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan operasi pembalasan Angkatan Bersenjata Iran akan berlanjut selama serangan AS terhadap infrastruktur dan daerah pesisir Iran masih berlangsung.

Akraminia menegaskan arena peperangan fase baru bisa menjadi salah satu pilihan strategis Iran dan strategi lain juga ada yang akan diungkapkan pada waktu yang tepat.

Ia mengatakan bahwa Angkatan Darat Iran telah menggunakan masa gencatan senjata untuk meningkatkan kesiapan tempurnya.

"Yang penting adalah moral, motivasi, dan kemauan yang tinggi dari rekan-rekan saya di angkatan udara dan pertahanan udara untuk menghadapi agresi musuh. Untungnya, hari ini kita berada dalam kondisi kesiapan yang lebih baik daripada sebelumnya," ujar Akriminia.

Ia kemudian tidak menutup kemungkinan bahwa AS melancarkan invasi darat meski hampir mustahil sembari menyiapkan skenario jika itu terjadi.

"Tetapi jika musuh melakukan agresi melalui darat, kerentanannya tentu akan jauh lebih besar daripada dalam serangan udara dan jarak jauh. Operasi darat memberikan lebih banyak peluang untuk merusak dan menimbulkan korban yang lebih besar pada musuh, dan efektivitas serta efisiensi kita di arena ini pasti akan jauh lebih tinggi," kata Akriminia, dikutip dari media Iran, Mehr News.

Ia kembali menegaskan bahwa membalas darah para martir dan Pemimpin yang gugur telah menjadi "tuntutan publik dan kehendak nasional," dan bahwa Angkatan Bersenjata telah menyusun rencana mereka sesuai dengan itu.

"Insya Allah, Republik Islam Iran akan membalas dendam atas darah para syuhada dan pemimpin kita tercinta yang gugur dari musuh yang agresif," Akriminia menambahkan.

(bac/bac)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]