Misi PSMS Medan Menantang Tim Mapan di Piala Presiden 2026

Liputan6.com, Jakarta - PSMS Medan datang ke Piala Presiden 2026 dengan status yang berbeda dibanding peserta lain. Ayam Kinantan menjadi satu-satunya tim asal Championship atau Liga 2 yang tampil pada turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia tersebut.

Status sebagai tim kasta kedua tidak membuat PSMS kehilangan rasa percaya diri. Sebaliknya, klub asal Kota Medan itu menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai panggung untuk mengukur kualitas sekaligus mematangkan persiapan menuju musim kompetisi 2026/2027.

PSMS tergabung di Grup B bersama lawan-lawan tangguh. Tim besutan Eko Purdjianto akan menghadapi juara bertahan Port FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya dalam persaingan yang diprediksi berlangsung ketat.

Meski menghadapi klub-klub dengan level kompetisi lebih tinggi, PSMS memiliki modal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda menjadi kekuatan yang diharapkan mampu membuat Ayam Kinantan tampil kompetitif sepanjang turnamen.

Skuad PSMS Medan Punya Pengalaman dan Potensi Besar

Foto: Duet Solid Iqbal Gwijangge - Sulthan Zaky Bersama Timnas Indonesia U-17

Perbesar

Pemain Timnas Indonesia U-17, Sulthan Zaky, mengontrol bola dalam pertandingan uji coba melawan Timnas Korea Selatan U-17 yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (30/8/2023). Sulthan Zaky mampu mengimbangi permainan Iqbal Gwijangge sehingga barisan pertahanan Garuda Asia tampak solid. (Bola.com/Abdul Aziz)

PSMS Medan membangun skuad yang memadukan pengalaman dengan regenerasi pemain. Kehadiran sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia menjadi nilai tambah yang bisa membantu tim menghadapi tekanan di level kompetisi yang lebih tinggi.

Nama-nama seperti Manahati Lestusen, Irfan Jauhari, dan Sulthan Zaky memberikan pengalaman bertanding yang dibutuhkan PSMS. Mereka diharapkan menjadi pemimpin di lapangan sekaligus membimbing para pemain muda dalam menghadapi lawan-lawan berkualitas.

Di sisi lain, PSMS juga membawa sejumlah pemain muda potensial yang mulai mencuri perhatian. Rayhan Utina, Rizdjar Nurviat, dan Ikhsan Chan menjadi bagian dari regenerasi yang tengah dibangun klub untuk jangka panjang.

Komposisi tersebut membuat PSMS tidak sekadar datang sebagai pelengkap peserta. Ayam Kinantan memiliki fondasi skuad yang cukup kompetitif untuk memberikan perlawanan kepada setiap lawan di Grup B.

Eko Purdjianto: Piala Presiden Jadi Ajang Mengukur Kesiapan Tim

Eko Purdjianto - PSMS Medan

Perbesar

Eko Purdjianto resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru PSMS Medan pada Rabu (7/1/2026). (Dok. PSMS Medan)

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa keikutsertaan timnya di Piala Presiden 2026 merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi kompetisi resmi musim ini. Menurutnya, kesempatan tampil melawan tim-tim kuat menjadi pengalaman berharga bagi skuadnya.

"Kami bersyukur bisa mengikuti Piala Presiden. Turnamen ini menjadi bagian dari persiapan kami menghadapi kompetisi musim ini," kata pelatih Eko Purdjianto.

Eko mengungkapkan PSMS membawa 28 pemain yang telah menjalani persiapan selama tiga pekan. Ia juga menyadari bahwa tantangan besar sudah menanti sejak pertandingan pertama melawan Port FC, sebelum menghadapi Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.

"Kami membawa 28 pemain dan telah mempersiapkan tim selama tiga minggu. Kami tahu pertandingan pertama akan menghadapi Port FC, tim yang sangat kuat dan juga sudah menjalani persiapan untuk Piala Presiden," ucap Eko Purdjianto.

Meski menghadapi lawan-lawan yang berasal dari level kompetisi lebih tinggi, PSMS tidak menunjukkan sikap inferior. Pelatih berusia 50 tahun itu memastikan seluruh pemain siap memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang pembuktian sekaligus proses penyempurnaan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

"Kami siap dengan 28 pemain yang dibawa, termasuk beberapa pemain yang masih kami pantau sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi," ucap pelatih 50 tahun tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Bambang Pamungkas Yakin Timnas Indonesia Mampu Bersaing di Piala AFF 2026