Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:04 WIB
Jakarta, VIVA – Peralihan dari motor berbahan bakar bensin ke motor listrik dinilai tidak hanya bisa menekan biaya operasional pengguna. Jika dilakukan dalam skala besar, elektrifikasi sepeda motor juga berpotensi mengurangi konsumsi BBM dan kebutuhan anggaran pemerintah untuk energi bersubsidi.
Baca Juga
Isu tersebut kembali muncul seiring wacana pemerintah menata penyaluran Pertalite agar lebih tepat sasaran. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menilai kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk mempercepat penggunaan motor listrik sebagai salah satu alternatif mobilitas masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi mengatakan peralihan ke kendaraan listrik dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi pengguna, tetapi juga terhadap konsumsi energi nasional.
Baca Juga
“Kalau dilakukan dalam skala jutaan kendaraan, manfaatnya bukan hanya dirasakan pemilik motor melalui biaya operasional yang lebih rendah. Negara juga memiliki peluang mengurangi konsumsi BBM dan ruang fiskal yang selama ini diperlukan untuk menjaga harga energi,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 14 Agustus 2026.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya pernah menghitung potensi tersebut. Pada 2022, penggunaan sekitar 900 ribu sepeda motor listrik diperkirakan dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun sekaligus menekan kompensasi Pertalite sekitar Rp480 miliar per tahun.
Baca Juga
Berdasarkan rasio perhitungan tersebut, setiap 1 juta sepeda motor yang beralih dari bensin ke listrik berpotensi mengurangi konsumsi BBM sekitar 356 juta liter per tahun. Jika peralihan mencapai 5 juta motor, pengurangan konsumsinya secara teoritis sekitar 1,78 miliar liter per tahun.
Sementara apabila mencapai 10 juta unit, potensi pengurangan konsumsi BBM dapat mencapai sekitar 3,56 miliar liter per tahun. AISMOLI menegaskan angka tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan rasio perhitungan Kementerian ESDM dan realisasinya akan bergantung pada jarak tempuh, pola penggunaan serta jenis BBM yang sebelumnya digunakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari sisi masyarakat, manfaat yang lebih langsung adalah pengurangan biaya energi kendaraan. Kementerian ESDM memperkirakan penggunaan sepeda motor listrik dapat menghemat biaya BBM sekitar Rp2,68 juta per tahun bagi pengguna.
Jika penghematan tersebut terjadi secara konsisten, sebagian uang yang sebelumnya digunakan untuk membeli bensin dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Pengeluaran rumah tangga dapat digunakan untuk konsumsi, pendidikan, kesehatan, pembayaran kewajiban maupun tabungan.
Halaman Selanjutnya
Sementara bagi pemerintah, berkurangnya konsumsi BBM bersubsidi berpotensi menekan kebutuhan kompensasi. Namun, pengurangan konsumsi tersebut tidak otomatis berarti anggaran negara berkurang dengan nominal yang sama karena besarnya kompensasi juga dipengaruhi harga energi, volume penyaluran dan kebijakan pemerintah.