Minggu, 19 Juli 2026 - 11:12 WIB
Jakarta, VIVA – Sistem battery swapping atau tukar baterai mulai menjadi salah satu solusi yang ditawarkan produsen motor listrik di Indonesia. Berbeda dengan pengisian daya di rumah yang membutuhkan waktu beberapa jam, metode ini memungkinkan pengendara menukar baterai yang habis dengan baterai yang sudah terisi penuh dalam waktu singkat.
Baca Juga
Konsep tersebut dinilai praktis, terutama bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak ingin menunggu proses pengisian daya. Salah satu pabrikan yang mengusung sistem ini adalah VinFast melalui tiga motor listrik terbarunya, yakni Evo, Feliz II, dan Viper, yang mulai diperkenalkan kepada konsumen Indonesia bersamaan dengan pembukaan 20 dealer resmi di berbagai kota.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketiga model tersebut menggunakan dua baterai LFP yang diklaim mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 145-150 kilometer dalam kondisi baterai penuh, tergantung model yang digunakan. VinFast juga menghadirkan ekosistem pendukung berupa jaringan battery swapping, solusi pengisian daya di rumah, hingga infrastruktur energi melalui V-GREEN.
Baca Juga
Sebagai bagian dari peluncuran, VinFast memberikan layanan battery swapping gratis selama satu tahun di jaringan V-GREEN dengan batas maksimal 20 kali penukaran per kendaraan setiap bulan. Program tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada konsumen merasakan pengalaman menggunakan sistem tukar baterai.
Baterai motor listrik Vinfast
Photo :
- VIVA/Yunisa Herawati
Baca Juga
"Strategi VinFast tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik berkualitas tinggi. Visi kami adalah membangun ekosistem yang lengkap sehingga kepemilikan dan penggunaan kendaraan listrik menjadi lebih mudah dan nyaman dari sebelumnya," ujar Managing Director VinFast E-scooter Overseas Market, Vo Thi Cam Tu, dikutip VIVA Otomotif Minggu 19 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantas, seberapa sering pengguna harus mendatangi stasiun battery swapping dalam aktivitas sehari-hari? Sebagai gambaran, seorang pekerja yang tinggal di kawasan penyangga seperti Bekasi, Depok, atau Tangerang dan bekerja di pusat bisnis Jakarta umumnya menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer setiap hari. Dengan asumsi kendaraan digunakan selama 30 hari dalam sebulan, total jarak tempuhnya mencapai sekitar 1.500 kilometer.
Dengan klaim jarak tempuh sekitar 150 kilometer untuk satu set baterai penuh, pengendara diperkirakan perlu melakukan battery swapping sekitar 10 kali dalam sebulan. Artinya, rata-rata pengguna akan mendatangi stasiun penukaran baterai sekitar dua hingga tiga kali setiap pekan.
Halaman Selanjutnya
Frekuensi tersebut tentu bisa berbeda pada setiap orang. Pengendara yang hanya menggunakan motor untuk aktivitas di sekitar rumah kemungkinan akan lebih jarang melakukan penukaran baterai karena jarak tempuh hariannya lebih pendek.