Bandung (ANTARA) - Mulia Boga Raya Tbk (MBR) menggandeng perusahaan keju asal Prancis yakni Bel S.A. (Bel) untuk mengembangkan industri keju di Indonesia.
Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja mengatakan kolaborasi dengan Bel memadukan pemahaman terhadap pasar lokal dengan keahlian global untuk meningkatkan daya saing industri keju nasional.
“Ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan kolaborasi strategis antara kekuatan yang saling melengkapi, yakni keunggulan lokal Prochiz dengan keahlian global Bel,” ujar Dede di Bandung, Sabtu.
Dede mengatakan sinergi tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri keju nasional sekaligus menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global.
Sebagai bagian dari ekspansi, kata dia, MBR tengah membangun fasilitas produksi baru di Sumedang di atas lahan sekitar 25.000 meter persegi.
Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada 2028 dan meningkatkan total kapasitas produksi MBR menjadi sekitar 60.000 ton per tahun.
“Fasilitas baru tersebut akan mendukung produksi berbagai lini produk MBR, termasuk Prochiz dan Top Chiz, serta pengembangan produk Bel di Indonesia,” katanya.
Dalam pembangunan fasilitas tersebut, MBR juga menerapkan aspek keberlanjutan dengan merencanakan sekitar 30 persen area sebagai ruang terbuka hijau dan memasang panel surya berkapasitas hingga 250 kilowatt peak (kWp) sebagai salah satu sumber energi terbarukan.
CEO Bel Group Cécile Béliot mengatakan kolaborasi ini memadukan keahlian serta kekuatan masing-masing perusahaan, mulai dari jaringan distribusi hingga pengalaman dalam industri keju.
“Hari ini, kita berkumpul bukan hanya sebagai pemegang saham dan mitra bisnis, melainkan sebagai satu keluarga besar yang merayakan hari jadi MBR yang ke-20,” ujar Cécile.
Menurut Cécile, Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi pengembangan bisnis Bel di kawasan Asia karena tingkat konsumsi keju per kapita masih relatif rendah sehingga memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Potensi tersebut tercermin dari konsumsi keju per kapita di Asia yang masih di bawah satu kilogram per orang, sementara konsumsi di Eropa telah mencapai lebih dari 20 kilogram per orang.
Pewarta: Rubby Jovan
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.