Natalius Pigai: Semangat kemerdekaan harus dirasakan hingga wilayah konflik - ANTARA News Papua Tengah

Nabire (ANTARA) - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menekankan pentingnya semangat kemerdekaan dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk wilayah yang masih menghadapi konflik, melalui suasana yang damai, tertib, dan tenteram.

Pigai menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin.

Ia berharap peringatan kemerdekaan di Papua Tengah dapat memperkuat suasana damai sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

"Hari ulang tahun yang ke-81 Republik Indonesia, harapannya masyarakat Papua Tengah dengan adanya upacara ini, semoga damai, tertib, tenteram, sehat, sejahtera," kata Pigai.

Kehadirannya mewakili pemerintah pusat sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan semangat kemerdekaan dan persatuan dirasakan masyarakat di Papua Tengah.

Menurut dia, perayaan kemerdekaan tidak semestinya hanya terasa di pusat-pusat pemerintahan atau kota besar, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga tingkat kampung.

"Memang semangat upacara kemerdekaan itu harus dirasakan di seluruh Indonesia. Jadi jangan hanya dirasakan di pusat-pusat kota seperti Jakarta," ujar dia.

Pigai mengajak pejabat pemerintah dan masyarakat memperkuat persatuan agar semangat kemerdekaan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh masyarakat di daerah yang menghadapi tantangan keamanan dan konflik.

"Oleh karena itulah, seluruh pejabat maupun juga rakyat harus bersatu dari Sabang sampai Merauke sehingga api pijar kemerdekaan itu bisa terpancar dari Sabang sampai Merauke, setiap sudut, setiap provinsi, setiap kampung dan kota. Apalagi wilayah-wilayah konflik," kata Pigai.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pigai: Semangat kemerdekaan harus dirasakan hingga wilayah konflik

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.