AKURAT.CO Suasana masjid menjelang pelaksanaan salat Jumat sering kali dipenuhi jamaah yang baru datang. Tidak sedikit pula yang masih berbincang dengan teman di sampingnya ketika khatib telah naik mimbar dan mulai menyampaikan khutbah. Lalu, bagaimana hukum berbicara saat khutbah Jumat berlangsung? Apakah salat Jumat tetap sah?
Dalam ajaran Islam, khutbah Jumat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan salat Jumat. Karena itu, jamaah dianjurkan menghentikan seluruh aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan, termasuk berbicara dengan orang lain.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari Jumat, 'Diamlah,' sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah melakukan perbuatan sia-sia." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa bahkan mengingatkan orang lain agar diam pun tidak dianjurkan apabila dilakukan dengan cara berbicara saat khutbah sedang berlangsung. Hal itu bertujuan agar seluruh jamaah benar-benar fokus mendengarkan nasihat yang disampaikan khatib.
Baca Juga: Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 6 Agustus 2026
Lantas, apakah berbicara saat khutbah membuat salat Jumat menjadi tidak sah?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa berbicara ketika khutbah memang termasuk perbuatan yang dilarang dan dapat mengurangi pahala salat Jumat. Namun, hal tersebut pada umumnya tidak membatalkan salat Jumat selama rukun dan syarat salat tetap terpenuhi.
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa berbicara saat khutbah hukumnya makruh atau haram menurut perincian para ulama, tetapi tidak membatalkan salat Jumat. Sementara itu, sebagian ulama dari mazhab Hanbali memberikan penekanan lebih kuat agar jamaah benar-benar diam dan mendengarkan khutbah sebagai bentuk penghormatan terhadap syiar Jumat.
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an:
"Apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-A'raf: 204).
Meskipun ayat tersebut memiliki konteks yang lebih umum, para ulama menjadikannya sebagai salah satu landasan penting tentang anjuran mendengarkan bacaan dan nasihat agama dengan penuh perhatian, termasuk ketika khutbah Jumat berlangsung.
Karena itu, ketika khatib telah naik mimbar dan khutbah dimulai, sebaiknya jamaah segera menghentikan percakapan, mematikan atau mengheningkan telepon genggam, serta memusatkan perhatian kepada materi khutbah. Selain menjaga adab di rumah Allah, sikap tersebut juga menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan dan keberkahan hari Jumat.
Baca Juga: Muhammadiyah dan Qatar Perluas Kerja Sama, Bahas Ketenagakerjaan hingga Forum Dunia Islam
Dengan demikian, ngobrol saat khatib sedang berkhutbah tidak serta-merta membatalkan salat Jumat menurut pendapat mayoritas ulama. Namun, perbuatan tersebut termasuk hal yang dilarang karena dapat menghilangkan kesempurnaan ibadah dan mengurangi pahala salat Jumat.
Sikap terbaik adalah menjaga ketenangan, menyimak khutbah dengan saksama, dan memanfaatkan momen Jumat sebagai kesempatan memperbanyak ilmu serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.