OJK Kepri angkat nilai budaya Melayu dalam literasi keuangan

OJK Kepri angkat nilai budaya Melayu dalam literasi keuangan

Senin, 27 Juli 2026 16:15 WIB

Image Print

Seorang pengunjung Perpustakaan Yusuf Al-Ahmadi Pemprov Kepri sedang melihat buku literasi keuangan OJK di Tanjungpinang, Kepri (23/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengangkat nilai-nilai budaya Melayu sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan perencanaan masa depan dalam pengelolaan keuangan.

Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepri Muhammad Lutfi mengatakan setiap program literasi keuangan yang dijalankan OJK diupayakan selaras dengan kearifan lokal di Kepri.

"Di Kepri kita sama-sama tahu bahwa budaya Melayu merupakan akar budaya masyarakat. Karena itu, program-program literasi keuangan juga kami integrasikan dengan kearifan lokal yang ada," katanya di Batam, Senin.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Training of Trainers bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepri yang mengangkat tema konsep keuangan dalam pemikiran Raja Ali Haji.

Menurut Lutfi, pemikiran Raja Ali Haji yang tertuang dalam karya seperti Gurindam Dua Belas memiliki nilai-nilai yang relevan dengan prinsip literasi keuangan modern.

"Dalam Gurindam Dua Belas terdapat nilai mengenai tanggung jawab, kejujuran, keseimbangan, hingga perencanaan masa depan. Nilai-nilai itu selaras dengan konsep pengelolaan keuangan yang baik," ujarnya.

Ia menjelaskan meski karya Raja Ali Haji tidak secara langsung membahas pengelolaan keuangan modern, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya, ada nilai-nilai untuk membangun kebiasaan merencanakan kebutuhan keluarga, mempersiapkan biaya pendidikan anak, hingga bertanggung jawab saat mengajukan pembiayaan atau kredit kepada lembaga jasa keuangan,” katanya.

Menurutnya, aspek integritas menjadi salah satu pondasi penting dalam pengelolaan keuangan karena berkaitan dengan tanggung jawab seseorang terhadap setiap keputusan finansial yang diambil.

Selain memberikan pelatihan, OJK Kepri juga menyerahkan 17 seri buku literasi keuangan kepada DPK Provinsi Kepri.

“Buku literasi keuangan ini disusun untuk berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari anak usia sekolah, remaja, ibu rumah tangga, UMKM ataupun disabilitas, ada untuk banyak segmen masyarakat,” kata dia

Ia mengatakan bahwa buku-buku tersebut dapat diakses di Perpustakaan Yusuf Al-Ahmadi Kota Tanjungpinang, dengan menggunakan perangkat komputer untuk melacak lokasi buku di koleksi perpustakaan.

Lutfi menambahkan, OJK Kepri juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, maupun lembaga pendidikan yang ingin menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan.

"Masyarakat yang ingin berkolaborasi atau mengundang OJK sebagai narasumber dapat menghubungi kami. Seluruh layanan edukasi, literasi, pengaduan konsumen, hingga permintaan informasi yang kami berikan tidak dipungut biaya," katanya.

Ia mengatakan itu merupakan bagian dari upaya OJK Kepri dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.