Tasikmalaya, Jawa Barat (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menyebutkan capaian program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mampu mencapai 4.761 rekening baru dengan total nominal tabungan Rp2,46 miliar pada semester I 2026.
"Kabupaten Sumedang menunjukkan bahwa keberhasilan program Kejar tidak hanya ditentukan oleh jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan daerah, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta sistem monitoring yang berjalan efektif," kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Sumedang, Jabar, Jumat.
Ia menuturkan OJK Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang sepakat untuk memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan masyarakat khususnya kalangan pelajar melalui Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Kejar.
Ia menyebutkan OJK melalui sinergisitas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Sumedang dinilai berhasil membangun ekosistem yang mendorong kepemilikan rekening sejak usia dini untuk semua tingkatan sekolah.
Keberhasilan itu, lanjut dia, tercermin adanya capaian semester I 2026 bahwa Program Kejar di Kabupaten Sumedang telah menghasilkan 4.761 rekening baru (number of accounts/NoA) dengan total nominal tabungan mencapai Rp2,46 miliar.
Nofa mengatakan keberhasilan program Kejar di Kabupaten Sumedang menunjukkan pentingnya sinergisitas antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat inklusi keuangan.
"Surat edaran bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah, hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi komitmen Pemkab Sumedang dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar melalui penguatan implementasi program Kejar yang diharapkan bisa membangun kemandirian finansial dan pengetahuan perencanaan keuangan sejak dini.
OJK, kata dia, akan akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemkab Sumedang, anggota TPAKD, dan seluruh pemangku kepentingan melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, perluasan akses terhadap layanan keuangan formal, serta penguatan implementasi program Kejar.
Ia berharap upaya tersebut dapat semakin meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sejak usia dini serta mendukung terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan program Kejar merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang mandiri secara finansial.
Program itu, lanjut dia, salah satunya untuk mengedukasi pelajar untuk bijak dalam mengelola keuangan, salah satunya kebiasaan menabung yang bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan.
"Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh peserta didik sejak PAUD hingga SMA/SMK serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama di Kabupaten Sumedang," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.