OPD di Semarang siaga penuh hadapi kemarau ekstrem

OPD di Semarang siaga penuh hadapi kemarau ekstrem

Senin, 27 Juli 2026 06:35 WIB

Image Print

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh jajaran camat dan lurah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh menghadapi puncak musim kemarau 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Jateng, Minggu, mengatakan bahwa langkah antisipasi diambil untuk memitigasi bahaya kebakaran, kekeringan, penurunan kualitas udara, serta potensi gangguan kesehatan masyarakat.

"Keselamatan warga dan perlindungan lingkungan adalah prioritas utama kita bersama. Saya minta seluruh pihak, dari jajaran dinas hingga tingkat RT/RW, bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemantauan secara ketat," katanya.

Jajaran OPD terkait yang dimaksud, antara lain Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.

Menurut dia, penanganan risiko bencana memerlukan kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat selain mengandalkan kesiapan petugas di lapangan.

Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan kembali peran siskamling di lingkungan masing-masing.

"Saya minta masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti membakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan. Kita juga gerakkan peronda malam untuk mengawasi area rawan titik api di lingkungan masing-masing," katanya.

Sebagai tindakan pencegahan kebakaran, Dinas Damkar Kota Semarang menerbitkan Surat Imbauan Nomor B/276/000.1.10/VII/2026 ke seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan.

Petugas Dinas Damkar juga menginspeksi alat proteksi di 1.500 gedung, sekaligus mensyaratkan rekomendasi proteksi untuk pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Patroli keliling di lahan kosong berpotensi terbakar diintensifkan pada jam puncak panas ekstrem pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Bagi masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran diminta segera melapor melalui Call Center 112 atau kontak WhatsApp resmi Damkar Kota Semarang di nomor 0815 6971 113 dan 0815 6770 0113.

Untuk DLH Kota Semarang memperkuat pencegahan di kawasan pemukiman dengan mengedukasi warga terkait larangan membakar sampah dan memotong ilalang kering di sekitar bangunan. Bersama pemangku wilayah, DLH memasang papan imbauan, memonitor serta mengangkut langsung sampah dari lokasi buangan liar.

Khusus di TPA Jatibarang, DLH dan Damkar berkolaborasi melakukan patroli rutin pengecekan titik api, penempelan imbauan larangan merokok, pembagian pamflet, serta penimbunan sampah dengan tanah (cover soil).

Pengendalian risiko juga dilakukan melalui *flaring* atau pengontrolan gas metan, penyiraman pendinginan dua hari sekali, serta pemasangan sistem pipa injeksi air di titik rawan tumpukan sampah.

Di sektor kesehatan, Dinkes Kota Semarang menyiagakan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan penyakit akibat cuaca ekstrem.

"Ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berisiko memicu lonjakan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare," katanya.

Fasilitas kesehatan primer dan layanan darurat dipastikan beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani masyarakat. Pemerintah menjamin ketersediaan logistik medis mulai dari obat-obatan hingga dukungan kesehatan jiwa.

"Saya minta Dinkes bergerak cepat memastikan seluruh puskesmas siaga penuh melayani warga," pungkas Agustina.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.