Operasi SAR difokuskan pada 2 kabupaten di Flores pascagempa Nagekeo

Kami gunakan KN SAR 250 Punta Dewa saat bertolak ke Mbay untuk operasi SAR

Kupang (ANTARA) - Pada hari kedua operasi pencarian dan penyelamatan pascagempa magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, SAR Maumere fokus melakukan operasi pada dua kabupaten di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Di hari ini kita fokus pencarian di dua kabupaten yakni Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” kata Kepala SAR Maumere Fatur Rahman saat dihubungi dari Kupang, Minggu, ketika ditanya terkait perkembangan pencarian korban gempa yang berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Pada hari pertama usai melakukan evakuasi korban di Maumere, Kabupaten Sikka, dengan jumlah korban lima orang, pihaknya langsung bertolak ke Mbay melalui jalur laut.

“Kami gunakan KN SAR 250 Punta Dewa saat bertolak ke Mbay untuk operasi SAR,” ujar Fatur Rahman.

Baca juga: Gubernur sebut wilayah utara Flores paling terdampak gempa

Pihaknya terus memperluas pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang terdampak.

Sejak pukul 06.00 WITA, lanjutnya, personel bersama alat utama (alut) SAR dikerahkan ke sejumlah titik yang menjadi prioritas operasi.

Fathur Rahman mengatakan akses menuju sejumlah wilayah terdampak yang sebelumnya sempat terhambat karena longsor mulai dapat dilalui oleh petugas. “Sehingga untuk hari kedua personel dikerahkan melalui jalur laut dan jalur darat,” ucapnya.

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor,” tambahnya.

Dengan terbukanya akses tersebut, kata dia, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan.

Baca juga: BMKG : 111 gempa susulan terjadi pascagempa magnitudo 7,7

Lebih lanjut Fatur mengatakan tim SAR terus melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terjangkau.

Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, tercatat 112 orang terdampak gempa, terdiri atas 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara dan dinamis. Proses pendataan serta verifikasi terus dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur potensi SAR di wilayah terdampak.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Baca juga: Gubernur NTT: Korban meninggal akibat gempa Flores bertambah

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.