Pakaian Adat Nusantara dan Kreasi Berbahan Limbah Meriahkan Pawai Alegoris HUT RI ke-81 di Padang Panjang

Padang Panjang (ANTARA) - Pakaian adat Nusantara hingga busana kreatif berbahan limbah turut memeriahkan Pawai Alegoris dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa.

Ribuan warga memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan beragam penampilan peserta yang menampilkan kostum, seni, budaya, kreativitas serta atraksi yang berlangsung meriah.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kemeriahan pawai tidak hanya terlihat dari jumlah peserta dan penonton, tetapi juga dari kreativitas yang ditampilkan masyarakat.

“Pawai ini bukan sekadar hiburan. Ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Kota Padang Panjang,” ujar Hendri Arnis saat membuka Pawai Alegoris HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Padang Panjang.

Ia mengatakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan karena menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelajar, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kita ingin setiap kegiatan di Padang Panjang bisa dirasakan dan dinikmati bersama oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Hendri, peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Semangat perjuangan para pendahulu perlu diteruskan melalui kebersamaan, gotong royong, kreativitas dan kontribusi positif bagi daerah.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang positif. Masyarakat diberikan ruang untuk berkarya, berkreasi dan menunjukkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Pawai Alegoris dibuka Wali Kota Hendri Arnis dan dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi, pimpinan instansi vertikal, Ketua TP PKK, Ketua GOW, Ketua DWP, Pj. Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, lurah serta masyarakat.

Peserta bergerak dari titik awal di depan Gedung Pasar Pusat Padang Panjang menyusuri rute Pasar Pusat, Simpang Karya, PDAM, SMPN 5 Padang Panjang, Simpang Masjid Taqwa, Rutan, Mie DKI, Paris Swalayan hingga berakhir di Lapangan Khatib Sulaiman Bancalaweh.

Berbagai kelompok peserta menghadirkan kreativitas masing-masing. Pakaian adat Nusantara, busana berbahan daur ulang limbah, kendaraan hias, seni pertunjukan dan atraksi menjadi bagian dari pawai yang menarik perhatian warga.

Kawasan pusat kota yang biasanya menjadi pusat aktivitas perdagangan berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi masyarakat. Anak-anak, generasi muda hingga orang dewasa terlihat antusias menyaksikan pawai dari berbagai titik sepanjang rute.

Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta memperkenalkan kreativitas dan potensi daerah. Beragam penampilan yang disuguhkan juga menggambarkan keberagaman masyarakat serta semangat nasionalisme.

Kegiatan itu turut memperlihatkan semangat gotong royong karena setiap kelompok peserta mempersiapkan kostum, kendaraan hias maupun atraksi dengan mengandalkan kreativitas dan kerja sama.

Pawai juga diikuti peserta dari daerah tetangga, khususnya Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Kehadiran peserta dari luar daerah semakin menambah kemeriahan sekaligus memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan.

Pemerintah Kota Padang Panjang berharap Pawai Alegoris dapat terus dikembangkan sebagai agenda yang menghidupkan ruang publik sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berekspresi dan menampilkan potensi yang dimiliki.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin semangat kebersamaan dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat,” kata Hendri.

Dengan tingginya antusiasme warga, Pawai Alegoris menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang menciptakan suasana kebersamaan di pusat Kota Padang Panjang.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mengembangkan kreativitas serta membangun daerah secara bersama-sama.