Pasang Kaca Film Bisa Ganggu Sinyal HP?

Jakarta -

Memilih kaca film bukan sekadar berapa besar tingkat kegelapan. Pemilik mobil sekarang lebih kritis dalam memilih lapisan pelindung kaca.

Wincos, merek kaca film premium yang dipasarkan oleh PT Lintec Jakarta, mengikuti ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dalam ajang tersebut, Wincos melihat konsumen tidak lagi mempertimbangkan kaca film hanya berdasarkan tingkat kegelapan.

"Sekarang kendaraan semakin canggih dan kebutuhan konsumennya pun ikut berkembang. Dari percakapan kami dengan pengunjung GIIAS, kaca film tidak lagi dilihat hanya dari seberapa gelap tampilannya. Konsumen mulai lebih memperhatikan kenyamanan kabin, visibilitas, perlindungan terhadap panas, hingga kesesuaiannya dengan teknologi yang ada di kendaraan," ujar Fajar Solihin, Vice President Director PT Lintec Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkembangan tren kendaraan listrik (EV) menjadi salah satu pendorong utama pergeseran ini. Berbeda dari mobil konvensional, sistem pendingin udara (AC) pada EV menyedot daya langsung dari baterai utama. Pengelolaan suhu panas kabin yang efisien lewat kaca film yang tepat dapat membantu menjaga konsumsi energi baterai.

Di sisi lain, mobil modern kini dipenuhi berbagai perangkat elektronik terkoneksi seperti GPS, jaringan komunikasi seluler, hingga sistem sensor canggih. Konsumen dituntut lebih cermat memilih material kaca film agar tidak mengganggu sinyal dan perangkat teknologi di dalam kendaraan.

"Hal yang mengganggu sinyal handphone itu sebetulnya lapisan metal (metalized coating). Biasanya kaca film seperti cermin atau memantul. Nah, itu artinya ada lapisan metal di dalamnya," kata Fajar.

"Kalau di depan kamera ada lapisan metal, tentu kejernihan visualnya bisa berkurang. Makanya sekarang, selain sinyal GPS, penggunaan ADAS juga perlu diperhatikan saat memilih kaca film," kata dia.

"Kami sendiri tidak menggunakan lapisan metal sama sekali. Jadi sinyal HP, GPS, sampai penggunaan Google Maps tetap lebih baik dibanding kaca film yang memakai metal," ujarnya.

Pada GIIAS 2026, Wincos turut memperkenalkan produk terbaru, yaitu Thermal Shield, Premium Shield dan Wincos Shield yang melengkapi pilihan kaca film Wincos untuk menjawab kebutuhan pengguna kendaraan yang semakin beragam.

Wincos Thermal Shield memiliki infrared rejection (IR) 99,8 % dengan kemampuan menolak UV 99 %. Sedangkan Wincos Premium Shield memiliki performa menolak panas yang sangat baik. Wincos Premium Shield memiliki IR 97 % dan mampu menolak UV 99 %.

Wincos Shield menjadi varian kaca film yang paling terjangkau dengan kemampuan menolak infrared (IR) mencapai 81 % dengan UV rejection serupa yakni 99 %.

"Kami mengapresiasi antusiasme dan berbagai masukan yang kami terima selama GIIAS 2026. Ini menjadi bekal bagi WINCOS untuk terus menghadirkan produk yang relevan dengan perkembangan kendaraan dan kebutuhan konsumen Indonesia," tutup Fajar.

Temuan tersebut menjadi bagian dari consumer listening Wincos selama GIIAS 2026. Konsumen juga semakin aktif bertanya mengenai spesifikasi produk, perbedaan tingkat kegelapan, visibilitas saat malam hari, hingga produk yang sesuai untuk kaca depan maupun kaca samping.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Wincos mengingatkan konsumen agar tidak hanya mempertimbangkan spesifikasi produk, tetapi juga kualitas pemasangan. Kaca film sebaiknya dipasang oleh installer berpengalaman, dengan tingkat kegelapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tetap mengutamakan visibilitas pengemudi.

(riar/dry)